Perumahan Nelayan Diduga Tak Merata

KECEWA - Nelayan di Desa Pasar Pedati, Sirut mengungkapkan kekecewaannya mengenai bantuan perumahan nelayan yang tak merata kepada insan pers, kemarin
Bakti/Bengkulu Ekspress
KECEWA : Nelayan di Desa Pasar Pedati, Sirut mengungkapkan kekecewaannya mengenai bantuan perumahan nelayan yang tak merata kepada insan pers, kemarin (25/9)

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Rencana pembangunan perumahan khusus nelayan di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah menuai kontraversi. Dibalik kebahagiaan masyarakat calon penerima, banyak pula nelayan yang mengaku kecewa.

Kekecewaan muncul setelah Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Kawasan Pemukiman, Perumahan Rakyat dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Bengkulu Tengah menentukan lokasi pembangunan rumah nelayan di Desa Pondok Kelapa.

Atas informasi itulah, sebagian besar nelayan yang tinggal di Desa Pasar Pedati merasakan kekecewaan mendalam lantarann tak bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Informasi yang kami dapat, perumahan nelayan akan di bangun di Desa Pondok Kelapa. Karena itulah, kami tak bisa mendapatkan jatah sebagai penerima manfaat bantuan tersebut,” ungkap salah seorang nelayan Pasar Pedati, Sirut saat mencurahkan kekecewaanya kepada insan pers, Selasa (25/9) kemarin.



Meski demikian, sambung Sirut, pihaknya tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa berpasrah diri.
“Kami tak bisa terlalu menuntut. Untuk mengadu pun tak tahu harus kemana,” imbuh dia.

Padahal, jelas dia, sebagian besar dari nelayan yang bertempat tinggal di wilayah Desa Pasar Pedati sampai saat ini belum memiliki tempat tinggal menetap alias rumah pribadi. Dengan keterbatasan dana, para nelayan hanya bisa mengontrak rumah warga sekitar.

“Dari penelusuran kami, bantuan perumahan sebenarnya diperuntukan kepada nelayan Pasar Pedati. Akan tetapi, karena lahan tak tersedia hingga akhirnya beralih ke Desa Pondok Kelapa. Meski demikian, besar harapan kami agar bantuan bisa disalurkan secara tepat sasaran dan dirasakan secara merata. Jangan hanya terpusat atau terfokus pada salah satu desa,” pinta Sirut.(135)