Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Masih Ditopang Belanja Daerah

Foto IST/BE -Asiten ll Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani mengikuti acara Diseminasi Kajian Fiskal Regional dan Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Triwulan IV Tahun 2020, Senin (26/4) di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Bengkulu.

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, perekonomian Bengkulu masih bergantung pada belanja Pemerintah Daerah yang memberikan pengaruh besar. Pertumbuhan sektor pemerintahan meningkat 1,55 persen di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

” DJPB maupun BI mengatakan pengeluaran dari Pemerintah memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu,” kata Asisten ll Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, Senin (26/4).

Yuliswani, berdasarkan data dari BI dan DJPB pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bengkulu pada tahun 2020 tercatat terkontraksi sebesar -0,02 persen (yoy). Meski terkontraksi pertumbuhan ekonomi Bengkulu tercatat paling baik di regional Sumateran dan lebih tinggi dari Nasional.

Sedangkan, sambun Yuliswani, untuk perkembangan Inflasi Provinsi Bengkulu secara tahunan tercatat sebesar 1,45 persen berada pada posisi ke 3 terendah di regional Sumatera. Namun pada Maret 2021 inflasi Provinsi Bengkulu mulai meningkat melebihi capaian inflasi nasional.

“Inflasi Provinsi Bengkulu mengalami kecenderungan kenaikan hingga 0,47 persen pada bulan Ramadan dan Idulfitri, dibanding bulan biasa yang hanya 0,08 persen,” ungkapnya.

Sementara Plt. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu Andre Ristanto mengungkapkan, perlu adanya sinergi bersama baik Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan DJPB serta Bank Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.

“Dari DJPB di bidang fiskalnya, sementara BI di bidang moneternya jadi kalau dua hal ini bisa bersinergi, ini akan sangat bagus apalagi kemudian ditindaklanjuti oleh dalam hal ini Pemerintah Daerah,” tutupnya.(HBN)