Pertamina Tambah Pasokan BBM

Kapolda Instruksikan Awasi SPBU

BENGKULU, BE– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah mengimbau masyarakat  tidak memborong bahan bakar minyak (BBM). Sebab Pertamina sudah melakukan penambahan pasokan. Mulai hari ini suplai BBM sudah diatas normal. Pertamina telah menambah pasokan BBM jenis bensin dinaikkan dari 580 kilo liter menjadi 700 kilo liter, dan jenis solar dari 216 kilo liter menjadi 400 kilo liter per hari.

“Saya baru mendapat pesan dari pertamina Sumbagsel, tentang penambahan pasokan BBM,” kata Junaidi, sambil menunjukkan pesan dalam Blackberry,  kepada wartawan.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan untuk membeli BBM. Terlebih melakukan penimbunan maka ia meminta penegak hukum untuk menindak tegas. “Harus ada pengawasan yang ketat. Penimbunan, modifikasi, tank modifikasi, agar ditindak tegas,” katanya.

Ditambahkan, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu Drs Eko Agusrianto mengatakan hasil rapat koordinasi tadi malam, PT Pertamina menjamin akan menambah stok BBM subsidi di atas normal dalam 1-2 ahari ini, hingga keadaan menjadi normal lagi. “Hingga akhir Desember stok BBM akan disalurkan secara normal. Apabila, nanti ada kelebihan kuota, maka pemeriantah akan membayar kelebihannya itu,” katanya.

Untuk tahun 2013, rata kabupaten dan kota se Provinsi Bengkulu mengajukan tambahan kuota 4,3%. sebab itu, ia mengaimbau agara masyarakat tidak panik. “Masyarakat tidak perlu panik, BBM tidak akan mengalami kelangkaan,” katanya.
PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menyetop pengendalian pasokan BBM bersubsidi,  menyusul munculnya kelangkaan BBM yang berpotensi memicu kerawanan sosial. Sebelumnya, Pertamina membatasi penyaluran BBM bersubsidi agar tidak melampaui kuota 2012 yang telah ditetapkan.

“Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah pasca kebijakan tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar, Pertamina memutuskan terhitung mulai 25 November 2012 menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM yang sudah berjalan selama sepekan ini sambil menunggu arahan dari pemerintah selanjutnya,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya.

Kepala Wira Penjualan Pertamina Depo Pulau Baai  Bengkulu Misbah Bachori, mengatakan pengendalian BBM dilakukan untuk menjaga stok hingga akhir Desember 2012 yang jumlahnya sudah sangat minim.Namun akibat gejolak antrean BBM disetiap SPBU, Pertamina melakukan evaluasi. Pihaknya, akan melakukan penambahan stok premium dari 580 kilo liter menjadi 700 kilo liter, dan jenis solar dari 180 kilo liter menjadi 310 kilo liter per hari. “Stok mulai kami tambah, kami berharap antrean akan kembali normal,” ujarnya.

Polisi Dikerahkan
Antrean panjang yang terjadi hampir disetiap SPBU  di Provinsi Bengkulu memicu sejumlah ulah spekulan. Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Drs AJ Benny Mukalo, SH   pun mengambil langkah antisipasi secara cepat. Sejumlah personelnya  kepolisian baik yang berpakaian lengkap maupun  pakaian preman dikerahkan untuk memantau aktivitas SPBU di Provinsi Bengkulu. Setidaknya ada 2 polisi yang dikerahkan mengawasi tiap SPBU.”Selain memantau spekulan, juga ikut menanggulangi kemacetan arus lalu lintas,” ucapnya didampingi Kabid Humas, AKBP Hery Wiyanto, SH kemarin.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini juga  akan memanggil pihak PT Pertamina Bengkulu ini. Tujuannya, untuk meminta kejelasan dari pihak PT Pertamina terkait kelangkaan BBM dan antrean panjang yang sudah terjadi sejak sepekan ini.”Pasti ada penyebabnya. Kita juga ingin tahu bagaimana stok BBM  yang dimiliki PT Pertamina ini. Masih mencukupi atau tidak hingga akhir tahun 2012 ini,” terangnya.

Senada diungkapkan Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK. Pihaknya juga memantau penggunaan sejumlah minyak yang telah dibeli warga.”Jika terbukti ada penyalahgunaan maka akan kita proses hukum,” tandasnya.
Bagi sejumlah pengusaha kecil yang benar-benar membutuhkan BBM jenis solar dan bensin dengan jerigen, seperti penggilingan tahu serta penggilingan padi agar dapat izin dari pihak RT, kelurahan dan camat. “Ini digunakan agar tidak terjadi kecemburuan,”terangnya

Eceran Rp 10 Ribu/Liter
Antrean panjang yang terjadi di seluruh SPBU di Kota Bengkulu membuat harga premium eceran melonjak drastis. Tidak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan kepada pembeli mulai dari Rp 6 ribu hingga ada yang mencapai Rp 10 ribu. Seperti yang dijual di Simpang 4 Tugu Hiu, bahan bakar dari jenis fosil ini ditawarkan dengan harga Rp 8 ribu.

“Kami mendapatkannya dari penjual Rp 7 ribu. Ini pun mendapatkannya susah sekali,” ungkap Septi (28), salah satu pedagang eceran.
Ditambahkannya, ia memperoleh bensin tersebut dari seorang penjual yang membelinya dari sebuah kendaraan bermotor roda dua. Dari kendaraan tersebut, diperolehnya bensin 10 liter banyaknya. Orang yang menjual bensin kepadanya itu mengaku bisa mendapatkan bensin setelah mengantri dari sejak sore hari dan baru memperolehnya hingga tengah malam.

Sedangkan di Jalan Fatmawati, harga bensin eceran telah mencapai Rp 10 ribu. Sama halnya dengan Septi, Andri (38), pedangang bensin eceran yang membuka warungnya persis didepan kediaman fatmawati, mengaku membelinya dari penjual. Ia mendapatkan bensin itu dari penjual dengan harga Rp 9 ribu. Meski menjual dengan harga 2 kali lipat dari biasanya, namun bensin yang dijualnya tetap laris.

“Kami tidak mengambil banyak keuntungan. Dari penjual yang kami dapat tadi malam sudah Rp 9 ribu. Alhamdulillah sekarang (kemarin sore) sudah terjual habis,” ujarnya.(100/111/cw1/333)