Pertamina Gencar Bangun Pertashop di Bengkulu


BENGKULU, BE – PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan program pembangunan Pertamina Shop (Pertashop) di wilayah Bengkulu. Sampai awal September 2020 ini, total mini outlet Pertashop telah mencapai 4 unit.
Region Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina MOR II Sumbagsel, Dewi Sri Utami menjelaskan bahwa Pertamina kembali menggencarkan pembangunan Pertashop di sejumlah wilayah di Bengkulu seiring dimulainya new normal atau adaptasi kebiasaan baru. Dimana pada awal Agustus lalu, jumlah Pertashop di daerah baru mencapai 1 unit dan saat ini totalnya sudah mencapai 4 unit.
“Pertamina terus memperluas jangkauan masyarakat terhadap BBM dan elpiji, diantaranya dengan membangun Pertashop, dan kini Pertashop yang telah beroperasi, siap melayani masyarakat di desa dengan menghadirkan berbagai produk Pertamina dengan kualitas yang terjamin, takaran yang tepat serta harga sama dengan di SPBU,” kata Dewi, kemarin (3/9).
Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM yang tidak/belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi Pertamina lainnya seperti SPBU. Selain BBM, Pertashop juga menyediakan produk unggulan Pertamina yang lain seperti elpiji Bright Gas dan Pelumas.
Ia menjelasakan, saat ini pembangunan Pertashop di Sumbagsel telah mencapai 28 unit penyalur.
“Kemajuan pembangunan outlet signifikan tercatat signifikan, kami berharap pembangunan Pertashop akan terus berlanjut,” tutur Dewi.
Ia menambahkan, pembangunan Pertashop akan terus berlanjut sampai seluruh kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan elpiji kecamatan terwujud. Pertamina akan memprioritaskan lembaga desa dan usaha UMKM sebagai pengelola Pertashop, sejalan dengan Program Pertamina One Village One Outlet sehingga nantinya pemerintahan desa memiliki pusat ekonomi baru.
“Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh stakeholders, Pertamina berharap program Pertashop ini dapat melengkapi kesuksesan Program BBM Satu Harga yang saat ini telah dinikmati masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” tambah Dewi.
Ia mengaku, bagi yang berminat kerjasama bisnis Pertashop bisa menyiapkan lahan/lokasi yang sesuai dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum, nanti akan dilakukan survei untuk melihat kelayakan dari omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya. Setelah itu, pengurusan administrasi perijinaan ke Pemda selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan dan tahap akhir adalah kontrak kerjasama dengan Pertamina antara 10-20 tahun.
“Kerjasama bisnis Pertashop menawarkan proses yang mudah dan sederhana, sehingga target tersedianya outlet di seluruh wilayah Bengkulu dapat terwujud secepatnya,” tutupnya.(999)