Pertahankan Modal Inti Rp 1 T, Pemkot Akan Beli Saham Tipe B Bank Bengkulu

FOTO IMAN/ BE – Pemerintah Kota Bengkulu bersama Bank Bengkulu melakukan ekspose saham untuk memancing investor agar menjaga eksistensi modal inti Rp 1 triliun, Rabu (17/06).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kota Bengkulu akan membeli saham Seri B Bank Bengkulu untuk mempertahankan eksistensi Bank Bengkulu dalam memenuhi target modal inti Rp 1 triliun. Hal itu dilakukan guna mengikuti regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan  (OJK), bahwa setiap bank umum wajib memiliki modal inti minimal Rp 1 triliun.

“Insyaallah Pemkot Bengkulu akan menanamkan saham kembali dan mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu seperti para pelaku usaha untuk ikut andil dalam menanamkam saham di Bank daerah kita ini. Karena hal ini juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nantinya,” kata Wawali, Dedi Wahyudi usai melakukan Exspose Saham Seri B yang berlangsung di Balai Kota Bengkulu, Rabu (17/06).

Ia menambahkan, Bank Bengkulu merupakan bank daerah yang mesti disuport oleh masyarakat Bengkulu dan akan mendorong pelaku-pelaku usaha di Bengkulu untuk berinvestasi saham di Bank Bengkulu. Prestasi Bank Bengkulu dengan segala inovasinya juga sudah berhasil meraih beberapa penghargaan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu H Agusalim mengatakan, pihaknya dan Pemkot Bengkulu melakukan ekspose saham Seri B ini agar para pelaku pengusaha, investor dan masyarakat Kota Bengkulu dapat ikut berperan untuk menanamkan saham di Bank Bengkulu. Serta menjamin bagi para pemegang saham agar tidak takut berinvestasi di Bank Bengkulu.

“Sebagai jaminan kita telah menerbitkan surat berharga melalui private placement yang disebut saham Seri B Bank Bengkulu. Pemegang ini nantinya berhak mendapatkan dividen yang dibagaikan setiap tahunnya serta nilai saham nantinya akan terus berkembang seiring pertumbuhan usaha Bank Bengkulu,” ungkap Agusalim.

Untuk diketahui, aset Bank Bengkulu pada Mei 2020 mengalami peningkatan dibandingkan Mei 2019 dari Rp 6,5 triliun mencapai Rp 7,1 triliun hingga saat ini. Serta kenaikan harga saham seri B perlembar tahun 2019 menembus Rp 4,3 juta per lembarnya. (Imn)