Persiapan AN di Bengkulu, Peserta Didata Ulang

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zahirman Aidi

BENGKULU, BE – Setelah ditundanya pelaksanaan Asesmen Nasional (AN), karena terkendala kesiapan logistik hingga fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah kembali mempersiapkan penyelenggaraan AN. Dengan meminta satuan pendidikan mendata ulang para peserta didiknya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Drs Eri Yulian Hidayat MPd melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA Zahirman Aidi menuturkan, “Pendataan ulang itu dikarenakan adanya perubahan data sebelumnya. Semula calon peserta AN siswa/siswi yang saat ini duduk dibangku kelas 11, dikarenakan pelaksanaan AN dijadwalkan pada September. Setelah kenaikan kelas, maka siswa/siswi calon peserta AN siswa/siswi saat ini sudah duduk dibangku kelas 10.”

Seperti diketahui, AN dirancang untuk memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan, serta memperbaiki sistem pendidikan dasar dan menengah. Pada pelaksanaan AN, tidak semua siswa menjadi peserta, melainkan jumlah peserta ditetapkan sebanyak 40 orang/sekolah, serta peserta diambil secara acak oleh pusat melalui dapodik, nama diumumkan sebagai peserta AN.

“Supaya alat ukur ini menjadi objektif, daftar nama diberikan ke sekolah penyelenggara mendekati hari pelaksanaan,” imbuhnya.

Sebelum AN digelar, para peserta terlebih dulu diberikan simulasi pelaksanaan AN seperti sebelumnya. Untuk persiapan peserta didik tahapan disiapkan kembali.

“Sekolah pun boleh melakukan terobosan persiapan AN,” ujarnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan AN bukan untuk mengukur kompetensi pendidikan. Untuk itu calon peserta tidak perlu kawatir nilai jelek. Karena AN dilakukan untuk mengambil informasi terkait numerasi, literasi dan karakter sebagai pemetaan oleh terkait sebagai evaluasi, apakah numerasi sudah dilakukan sebagaimana fungsinya atau belum. Inilah sampling yang dilakukan pada 40 siswa/siswi nanti.

“Tidak ada pengaruh pribadi pada siswa/siswi, melainkan memberikan gambaran pemerataan pendidikan didaerah dan akan menjadi dasar evaluasi,” tukasnya. (247)