Persatuan Pasar Malam Ngotot Tetap Akan Beroperasi Jika Tak Ada Solusi

FOTO IMAN/ BE – Perwakilan P3MI, Gatot Riyadi seusai menemui dewan untuk menyampaikan keluhannya, Senin (28/12).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI) mendatangi Kantor DPRD Kota Bengkulu, Senin (28/12), untuk menyampaikan keluhannya terkait SE Walikota yang melarang mereka beroperasi.

Pedagang merasa sangat keberatan dengan adanya SE tersebut yang membuat mereka tak bisa mencari penghasilan. Rombongan P3MI ini akhirnya dipertemukan dengan para Dewan dan Kasatpol PP Kota Bengkulu.

Hearing berlangsung cukup alot karena P3MI ngotot untuk segera dicarikan solusi atau keputusan dengan segera. Menurut mereka hal itu dilakukan karena masa beroperasi pasar malam hanya berkisar 15 sampai 20 hari beroperasi.

“Kita menuntut agar disamakan dengan poin didalam surat edaran tersebut sama seperti cafe, pasar, mall, karaoke dan tempat hiburan lain yang masih diizinkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena kita dari sebelum SE dikeluarkan sudah melakukan itu, protokol kesehatan kami jalankan, satgasnya ada. Jadi apa bedanya?,” jelas Gatot Riyadi, selaku perwakilan P3MI.

Ia menambahkan, jika pasar malam tak segera diberi keputusan untuk bisa beroperasi kembali, pihaknya akan tetap beroperasi tanpa menghiraukan SE yang ada. Karena menurutnya ada banyak pekerja yang tak bisa mencari makan jika pasar malam tak bisa dibuka.

” Kalau tak kunjung diberi solusi atau diizinkan untuk kami buka, kami akan tetap beroperasi. Karena yang mau diselamatkan ini banyak. Ini urusan perut. Mati nanti orang ngga bisa makan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Yurizal mengatakan persoalan pandemi Covid-19 ini merupakan persoalan berskala global, dan bukan di Bengkulu saja. Ia meminta kepada P3MI untuk memahami dan memaklumi situasi yang ada dan tetap mematuhi SE Walikota terkait pelarangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

” Ya surat edaran Walikota ini kan tidak mutlak berlaku selama-lamanya. Jika kondisi sudah memungkinkan kembali ya bakal diizinkan kembali nanti. Kita minta SE ini kita laksanakan bersama-sama. Kalau mereka ingin tetap buka silahkan saja kalau mereka punya izin dan diizinkan. Jika tetap beroperasi, kami bersama TNI/Polri akan melakukan pembubaran,” kata Yurizal.

Sementara itu, Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE mengatakan untuk mencarikan solusi terbaik pihaknya akan kembali menggelar hearing dengan melibatkan dinas-dinas terkait. Hal itu dilakukan agar mendapat solusi terbaik karena di pasar malam juga melibatkan banyak tenaga kerja yang butuh makan dari beroperasinya pasar malam.

“Dalam 1 sampai 2 hari ini akan kita undang kembali pihak pasar malam dan dinas-dinas terkait lain. Kita juga akan coba dorong agar mereka bisa beroperasi kembali karena mereka juga butuh makan dari sana. Semoga nanti dapat solusi terbaik dari masalah ini,” tutup Marliadi. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*