Perputaran Uang Taruhan Ratusan Juta Per Minggu

Foto : IST

ARENA judi sabung ayam berhasil diungkap oleh Subdit Opsnal Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bengkulu Minggu (2/9) lalu, di kawasan Jalan Loncor Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu memiliki omset hingga ratusan juta rupiah dalam seminggu. Ini menyebabkan kegiatan haram ini terus bak magnet para penggemar judi.

“Ya omset yang dihasilkan dalam arena judi sabung ayam ini bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah,” terang Direktur Reskrimum, Kombes Pol Pudyo Haryono SH, kemarin (4/9).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 10 orang yang diamankan di lokasi sabung ayam yang terletek di kawasan tersebut. Jika dalam 1 kali adu, uang yang ditaruhkan mencapai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta, jadi jika mereka berjudi dari pagi hingga malam atau dalam satu hari sebanyak 10 kali tarung, total uang yang didapat mencapai Rp 30 juta sampai Rp 50 jutaan dalam satu hari, jadi jika dikalikan dalam satu Minggu bisa mencapai omset hingga ratusan juta.

“Ini untuk para pemain, sedangkan untuk pemilik arena bisa mendapatkan 10 persen dari hasil taruhan,” ucap Pudyo.

Sementara itu, ia menjelaskan, untuk lokasi sabung ayam ini diduga sudah lama terjadi yang membuat warga sekitar sangat resah yang mana arena sabung ayam ini paling ramai terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. “Berdasarkan laporan warga sekitar, paling rame itu hari libur, Sabtu dan Minggu, kalau hari itu, kegiatan adu ayam ini bisa berlangsung dari pagi hingga malam harinya,” bebernya.

Sementara itu, masih dikatakan Pudyo, untuk lokasi arena sabung ayam ini memang letaknya sangat jauh dari permukimam warga, namun untuk mencapai lokasi itu harus melewati rumah warga, hal itulah yang membuat warga sangat resah.

“Memang lokasi arena sabung ayamnya jauh dari rumah warga, yang mana luas lahannya kurang lebih hampir seluas lapangan volly,” bebernya.

Pemilik Arena Sabung Ayam

Selain itu, ia menjelaskan, untuk sekarang ini pihaknya masih terus mendalami siapa pemilik arena sabung ayam tersebut yang diduga sudah beroperasi sejak beberapa bulan terakhir itu dan pihaknya masih terus melakukan penyidikan jika ada oknum anggota yang terlibat dalam judi sabung ayam ini. “Pokoknya kita akan babat habis para pejudi sabung ayam ini, sekalipun jika dibelakang semua ini ada oknum anggota,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk jenis ayam yang digunakan para pelaku judi ini bermacam-macam jenisnya, ada ayamjenis Bangkok maupun ayam jenis petarung lainnya. “Kita kurang tahu pasti jenis ayamnya, yang jelas, beberapa jenis ayam yang berhasil kita amankan ini merupakan ayam jenis bangkok,” tuturnya.

Ditambahkannya, sekarang ini memang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka ataupun yang ditahan, semuanya masih dalam proses pemeriksaan dan wajib lapor, karena 10 orang yang diamankan ini tidak memiliki bukti yang kuat sebagai pemain.

“Belum ada yang kita tahan, dari 10 orang itu, bahkan ada 2 orang yang sedang sakit dan mendapatkan perawatan medis, sedangkan untuk barang bukti motor ada sekitar 37 unit yang kita amankan dan 39 ekor ayam adu yang mana 4 diantaranya dalam kondisi habis beradu,” ucapnya.

Informasi Dari Masyarakat

Ia menjelaskan, pengungkapan arena sabung ayam ini ini terjadi berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya perjudian sabung ayam di kawasan Jalan Loncor Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Setelah dilakukan pengecekan ke TKP ternyata memang benar adanya tindak pidana perjudian jenis sabung ayam tersebut, kemudian timsus Opsnal Jatanras Polda Bengkulu langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan serta melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang yakni berinisial HR (55), ID (53), HE (31), MR (39), SY (46), IS (40), DY (40), HY (40), MM (55) dan JA (30) yang mana semuanya warga Kota Bengkulu dan sekarang ini semuanya harus wajib lapor.

“Kita sangat berterima kasih atas informasi dari masyarakat ini, berkat ini formasi dari masyarakatlah, arena sabung ayam ini bisa kita bongkar dan gerebek,” tutupnya. (529)