Perpustakaan Desa Minim

IST/Bengkulu Ekspress Gubernur Bengkulu, Dr Rohidin Mersyah menyerahkan secara simbolis sarana dan prasarana penunjang Perpustakaan Sekolah di ruang Pola Prov Bengkulu, Jum’at (21/6) lalu.

Gubernur: Bisa Gunakan DD

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Dari 1.500 desa di Provinsi Bengkulu, baru sekitar 15 persen yang sudah memiliki Perpustakaan Desa.  Padahal Perpustakaan Desa selain digunakan untuk menambah pengetahuan dan ilmu, juga menjadi salah satu indikator kemajuan suatu daerah.

Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, terus mendorong agar seluruh Desa di Provinsi Bengkulu memiliki perpustakaan. Salah satu langkah yang dilakukannya yaitu mendorong aparatur desa untuk menganggarkan pendirian perpustakaan dari dana desa (DD).



“Agar masyarakat gemar membaca khususnya membaca Alquran dan buku-buku, setiap desa harus ada perpustakaan, kita harapkan program tersebut nantinya akan dianggarkan dari dana desa,” kata Rohidin, kemarin (23/6).

Selain dari dana desa, program pembuatan perpustakaan bisa juga dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang sudah dianggarkan. Ia mengaku, program pembuatan perpustakaan itu karena pihaknya berharap banyak masyarakat didesa gemar membaca buku dan menerapkan ilmu bermanfaat.”Kalau semua orang gemar membaca maka Bengkulu ini akan maju, karena membaca adalah bagian dari kemajuan daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi MPd mengatakan, pihaknya terus mendorong adanya perpustakaan di desa-desa. Sehingga bisa menjalankan fungsi sosial yang bukan hanya menjadi tempat untuk meminjam buku.

“Kita berharap perpustakaan tidak hanya sekedar tempat meminjam buku, tapi yang namanya pepustakaan inklusif itu bisa menjadi pusat informasi, pusat pelatihan, tempat diskusi dan lainnya, sehingga bisa menjadi fungsi sosial dan menarik untuk dikunjungi,” kata Meri.

Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini baru ada 23 desa yang telah memanfaatkan perpustakaan sebagai bagian dari inklusi sosial. Sementara desa lainnya belum memanfaatkannya dengan baik. “Kita akan terus dorong perpustakaan desa untuk bertransformasi menjadi inklusi sosial sehingga membawa kemajuan bagi daerah,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*