Pernah Coba Rujak Kuah Pindang? Temukan di Rujak Fitri Pantai Panjang

FOTO SIGIT/BE – Nur (27), pemilik Rujak Fitri sedang menyiapkan rujak pesanan pembeli.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Rujak merupakan makanan yang dibuat dari buah-buahan kadang-kadang disertai sayuran yang diiris (ditumbuk dan sebagainya), kemudian diberi bumbu yang terdiri atas asam, gula, cabai, dan sebagainya.

Makanan ini banyak disukai berbagai usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Alasannya pun beragam, selain cara membuatnya yang mudah, rujak juga mengandung nutri yang baik untuk tubuh. Dengan alasan itulah mengapa rujak banyak digemari oleh berbagai kalangan.

Nah bagi anda yang mencari referensi rujak yang untuk dijadikan camilan santai, Rujak Fitri pilihannya. Rujak ini berada di Jalan Pariwisata, Pantai Panjang, Ratu Samban, Kota Bengkulu. Menu rujak yang dijual pun bermacam-macam seperti, rujak bebeg, rujak kuah pindang, rujak manis, rujak asin, rujak gobet, dan rujak ulek. Harga yang dipatok mulai Rp 10 ribu untuk ukuran sedang dan Rp 15 ribu untuk porsi yang lebih besar.

Usaha yang berada di kawasan pantai tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Nur Fitri (27) pemilik rujak tersebut. Ia mengungkapkan rujaknya sering dibeli oleh pengunjung pantai dan para pengendara yang lewat baik motor maupun mobil.

”Kebetulan kita ini masuk di kawasan Pantai Panjang, jadi para pembeli ini umumnya pengunjung pantai yang nongkrong sambil mencicipi rujak kita,” ujar Nur saat diwawancarai BE, Selasa (28/1).

Rujak milik Nur buka setiap hari mulai pukul 11.30-18.00 WIB. Dibantu 3 orang karyawannya, dalam seharinya Ia bisa menjual sekitar 40 lebih porsi rujak. ”Dalam sehari yang terjual dalam itu rata-rata 30 porsi untuk hari biasa, tapi untuk hari weekend sekitar 40 porsi,” tambahnya.

Selain membuka kedai di Pantai Panjang, Nur juga melayani pesan antar untuk pelanggannya via grab untuk wilayah seputaran Kota Bengkulu. Stok buah miliknya didatangkan dari Curup dan sebagian dari Palembang. Ia sengaja memesan buah dari kedua kota tersebut karena stoknya terjaga dan banyak pilihannya.

”Kita mengutamakan buah yang segar karena itu sangat mempengaruhi rasa dari rujak itu sendiri. Kalau buahnya tidak segar bisa membuat rasa jadi pahit juga asam,” ujar Nur.(Mg15).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*