Permanenkan Penampungan Limbah

SIDAK, Tim BH melakukan sidak tekait pencemaan lingkungan PT Asdam JayaARGA MAKMUR, BE – Kebun sawit warga Desa Gunung Selan seluas 1 hektar saat ini sudah terserang limbah PT Asdam Jaya. Hal itu diakui pihak BLH adanya pencemaran lingkungan di lokasi itu. Pasalnya perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan batu kali tersebut membuang limbahnya ke sungai Air Lais yang melewati perkebunan sawit.

Akibatnya tidak hanya kebun yang menjadi rusak air sungai pun ikut tercemar. Kepala BLH Nirzawan SH MSi melalui Kabid pengawas pencemaran lingkungan,  Budi Kurniawan mengatakan bahwasannya perusahaan tersebut tak memiliki pembungan limbah yang permanen.

Setelah melakukan sidak ke lokasi,  pimpinan perusahaan untuk segera membangun penampungan limbah secara permanen. “Ini sudah salah dan memang benar limbah ini kesungai, kita akan lakukan pembinaan dan menganjurkan pembangunan penampungan secara permanen,” ujar Budi Kurniawan.

Hasil sidak yang dilakukan kemarin pagi akan dijadikan laporan dan penelitian lebih lanjut terkait adanya kerugian akibat limbah tersebut. Kalaupun ada ditegaskan Budi akan diberikan kompensasi dan dikaji untuk diberi arahan kepada perusahaan tersebut. Tidak hanya itu, perusahaan itu juga tidak memiliki tempat penyimpanan bekas limbah sementara. Surat izin PT juga tak dikantongi padahal berkas perusahaan harus mampu menunjukan perijinan yang dimikinya. “Paling tidak punya fotokopi surat itu bisa ditunjukan,” jelasnya.

Terpisah, pimpinan perusahaan tersebut, Budi mengakui untuk kelengkapan berkas disimpan di Bengkulu. Terkait permintaan BLH, perusahaan siap membangun tampungan permanen untuk limbah. “Aturan akan kami ikuti dan siap ditindak lanjuti,” kata Budi.(117)