Perlu Inovasi Kelola Limbah

FOTO RIRI

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Anggota Komite II DPD RI Riri Damayanti John Latief mengatakan, pengelolaan limbah yang baik harus mulai dilakukan. Hal ini agar lingkungan tidak tercemar akibat akitiftas usaha yang dilakukan masyarakat. Terlebih di Bengkulu, telah dinyatakan ada 16 perusahaan yang mendapatkan rapor merah terkait pengelolaan lingkungan.

“Pengelolaan limbah itu perlu inovasi. Jangan sampai sudah tercemar baru sadar,” terang Riri kepada BE, kemarin (30/1).

Diterangkannya, di Aceh, terdapat perusahaan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang bergerak bidang semen. Perusahaan itu membuat inovasi terbarukan untuk mengelola limbah agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

“Ini juga perlu dicontoh. Karena kita ingin lingkungan kita tetap terjaga,” tambahnya. Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, persoalan limbah merupakan persoalan serius yang masih menghantui masyakarat Indonesia, khususnya di Bengkulu.

Sebab limbah dapat menyebabkan marabahaya bagi kehidupan, baik dari berbagai penyakit ataupun musibah yang bisa terjadi. “Intinya, Bengkulu harus mempunyai inovasi dalam pengelolaan limbah,” tutur Riri. Tidak hanya limbah perusahaan, limbah rumah tangga juga harus mulai diantisipasi. Pengelolaaan limbah dengan inovasi memang harus dilakukan.

Karena limbah rumah tangga juga sangat berbahaya, jika terus diabaikan. “Saya pikir, semua harus serus memperhatikan persoalan limbah ini. Penangannya juga harus cepat, jangan sampai terlambat,” tutup Riri. (151)