Perjuangan Ibu Wati, Rela Nguli Bangunan Demi Hidupi 4 Anaknya

FOTO/MEZI: Potret ibu Wati (duduk tengah) bersama rekan-rekannya saat  istirahat

Bengkulu Utara, Bengkuluekspress.com – Sosok Kartini masa kini (pejuang wanita masa kini) patut disematkan untuk ibu Wati (46) warga Desa Sumber Agung Kecamatan Arma Jaja Kabupaten Bengkulu Utara (BU).

Bagaimana tidak, ibu 4 orang anak dan berstatus single parent tersebut harus ikut berjibakau dengan pekerjaan yang tidak semestinya dikerjakan oleh seorang wanita. Dimana ibu yang berstatus mualaf itu harus ikut bekerja menjadi buruh bangunan.

Menurut pengakuan Sumarji (47), salah satu rekan kerjanya di lapangan mengatakan, kalau rekannya Wati ini harus peluh keringat banting tulang bekerja untuk menafkahi ke 4 anaknya. Bahkan Ibu Wati tidak hanya berladang namun sering ikut bekerja menjadi buruh bangunan.

“Ibu Wati ikut kami kerja bangunan. Kerjanya iya sama seperti kita laki-laki, ngaduk semen, ngantar adukan ke pekerja dan lain sebagainya. Dan rekan kami Wati ini juga bersatus janda, suaminya meninggal. Jadi iyalah menjadi tulang punggung ke 4 anaknya,” jelas Sumarji, Kamis (20/5).

Sementara itu Wati yang sempat dibincangi Bengkuluekspress.com saat berada di lokasi kerja menceritakan soal perjalanan hidupnya hingga harus ikut menjadi kuli bangunan. Dimana dia mengakui kalau dirinya saat ini berstatus single parent sudah 3 tahun.

“Saya menjada sudah 3 tahun suami saya meninggal, anak saya 4 semuanya sekolah anak yang paling tua kelas 1 SMA, ada yang SMP, SD kelas 6, yang bungsu kelas 4 SD. Saya tidak malu harus ikut kerja bangunan seperti ini karena sanya ingin menafkahi anak-anak saya dan menyekolahkanya hingga sukses. Intinya saya siap berkeja keras asalkan jerih keringat saya ini halal,” jelasnya.(cw1)