Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia 2018 DLHK Tanam Sejuta Pohon Karet Merah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Green Indonesia menanam satu Juta Pohon Karet Merah yang berlokasi di Simpang Kandis Desa Sumber Jaya, Rabu (10/1). Penanaman satu juta pohon karet merah atau “Ficus elastica” tersebut sebagai peringatan Hari Sejuta Pohon Sedunia 2018 serta untuk mencegah abrasi dan erosi di Pesisir Pantai Bengkulu.

Plt Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Ir. Agus Prabudi, M.Sc mengatakan, kegiatan penanaman satu juta pohon karet merah bertujuan untuk mencegah abrasi, erosi, serta pengembalian ekosistem alam bagi fauna dan flora di Provinsi Bengkulu.

“Sebanyak 150 ribu batang sudah ditanam dan ditargetkan satu juta batang akan direalisasikan dalam tahun ini,” kata Agus, kemarin. (11/1)

Saat peluncuran penanaman satu juta batang pohon karet merah di Kelurahan Simpang Kandis Kota Bengkulu, Agus mengatakan penanaman pohon itu bekerja sama dengan anggota Perkumpulan Hijau Indonesia (Green Indonesia). Pohon karet merah menurut pihaknya selain efektif untuk menyerap karbon, menghasilkan oksigen, juga memiliki beragam manfaat lain.

“Penanaman ini bertujuan melestarikan lingkungan agar dapat berdampak positif untuk berbagai sektor, termasuk pariwisata,” ujar Agus.

Dampak positif dari penanaman pohon karet merah tersebut yaitu mampu menjadikan lingkungan lebih asri, bersih dan sehat serta mendukung program pemerintah untuk mewujudkan tahun kunjungan wisata ke Bengkulu pada 2020 atau “Visit Wonderful Bengkulu 2020”.

“Lewat penanaman pohon bersama komunitas ini, kami berharap penghijauan menjadi bagian dari budaya masyarakat Bengkulu,” ungkap Agus.

Selain itu lanjut Agus, keutamaan tanaman pohon karet merah ini yaitu dapat mengurangi kadar asam pada tanah gambut. Bahkan pohon karet merah ini disebut-sebut sebagai pohon unggulan yang mampu menahan erosi dan abrasi lahan pantai. Lebih lagi, pohon karet merah ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Bengkulu karena bisa diambil getahnya begitu juga dengan kulit pohon karet dapat di gunakan menjadi obat.

“Kami berharap kedepan pohon karet merah ini dapat di lestarikan agar jenis pohon karet merah jangan sampai hilang dan punah,” imbuh Agus.

Ditambahkan Agus, menurut data Kementerian LHK tahun 2017, Bengkulu masih memiliki indeks hutan yang cukup baik yaitu 92,5 persen, sedangkan capaian Indonesia secara umum hanya 90 persen sampai dengan 88 persen sudah dianggap hutan nya kategori sangat baik seperti hutan Krinci Bebelat dan Bukit Barisan. Hal tersebut terjadi karena Provinsi Bengkulu belum mempunyai industri yang begitu banyak berbeda dengan wilayah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dimana wilayah kotanya sudah banyak industri.

“Hal ini membuat Provinsi Bengkulu menduduki peringkat terbaik di Indonesia,” tutup Agus.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Hijau atau Green Indonesia, Suharman mengatakan, pohon karet merah itu akan ditanam di wilayah pesisir, daerah aliran sungai dan ruang publik.

“Kami bekerja sama dengan kelompok tani yang sudah bergabung dengan komunitas untuk mempercepat realisasi satu juga batang pohon karet merah,” tutup nya.

Seperti diketahui, kegiatan penanaman satu juta pohon karet merah di ikuti oleh Green Indonesia, Korem 041 Gamas, Danlanal, Walikota Bengkulu, Rektor IAIN, Rektor Unib, Direktur Pertanian Bengkulu, GM PT Pelindo II Bengkulu serta Mahasiswa dan Warga Desa Sumber Jaya. (999/PRW)