Peringatan Larangan Berenang di Pantai Panjang Harus Ditambah

FOTO IMAN/ BE – Rambu larangan berenang di kawasan pantai panjang.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pasca kejadian tenggelamnya remaja R (13) warga Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu yang tenggelam di Pantai Berkas, Rabu (18/8) kemarin, pemerintah diminta untuk mengupayakan hal-hal yang dapat mencegah warga atau anak-anak untuk berenang di pantai. Salah satunya Abdullah (56) warga Kelurahan Pantai Berkas meminta agar Pemkot Bengkulu memperbanyak tanda peringatan larangan berenang di kawasan pantai.

“Untuk kawasan Pantai Berkas memang belum ada rambu larangan berenang. Kita minta itu dipasang banyak-banyak oleh pemerintah. Jadi biar tidak ada korban jiwa lagi apalagi anak-anak. Kadang ada rambu saja masih dilanggar kan, apalagi tidak ada sama sekali,” ungkap Abdullah, Kamis (19/08).

Ia menambahkan, kawasan pantai yang berbahaya dan dilarang untuk berenang ini ada sekitar 3 kilometer. Rambu larangan berenang pun ada beberapa yang masih terpasang namun sudah tertutup pohon cemara dan dipasang di posisi yang tidak strategis bagi pengunjung atau wisatawan yang belum paham area pantai Bengkulu.
.
“Kalau kita orang Bengkulu pada umumnya sudah tahu bahwa berbahaya berenang di Pantai Panjang. Tapi kan kadang juga ada warga pendatang atau wisatawan yang tidak tahu. Itukan bahaya juga bagi mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan sebenarnya rambu tersebut sebelumnya sudah dipasang, namun ada beberapa yang hilang bahkan sudah rusak. Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan BPBD kota untuk kembali memperbanyak dan memasang rambu dilarang berenang dikawasan yang memang belum ada terutama dikawasan Pantai Berkas.

” Terkait rambu larangan berenang, dulu sebenarnya sudah dipasang, tetapi saat ini sudah hilang dan ada sebagian yang rusak akibat air laut. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama, jika memang mau mandi dan berenang sebaiknya dikawasan Pantai Jakat yang memang disiapkan untuk mandi karena disana kondisi air lautnya aman,” jelasnya.

Dedy pun menghimbau dan meminta kepada seluruh warga Kota Bengkulu agar tidak mandi atau berenang dikawasan yang memang bahaya untuk berenang. Karena kondisi ombak dan dasar dari pantai panjang berbeda-beda. Ada yang berpalung, ada yang arusnya kuat serta ada pusaran didalamnya. (Imn)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*