Perilaku Buruk, Siswa Tak Lulus

6 Kabupaten Lulus 100 Persen

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Di tengah perayaan kelulusan SMA/SMK pada Selasa, 2 Mei 2017 kemarin, ada siswa yang terpaksa gigit jari. Data berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, dari 26.604 siswa SMA/MA/SMK, se-Provinsi Bengkulu, yang mengikuti ujian nasional (UN) sebanyak 12 peserta dinyatakan tidak lulus.

Data tersebut belum termasuk jumlah 120 siswa yang dinyatakan Drop Out dan terdaftar dalam Daftar Nomor Tetap (DNT) UN. 12 siswa asal kota Bengkulu dinyatakan tidak lulus di sekolahnya tersebar dari Kota Bengkulu 9 siswa, Rejang Lebong 1 siswa, Bengkulu Utara 1 siswa dan Mukomuko 1 siswa. Sedangkan 6 kabupaten antara lain Kaur, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Lebong, Kepahiang dan Seluma dinyatajab lulus 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Drs, Budiman Ismaun M.Pd melalui Sekretaris Dikbud Provinsi, Syaiful, mengatakan belum semua sekolah melaporkan data kelulusan. Sebab, kelulusan saat ini ditentukan oleh masing-masing sekolah.

“Hingga saat ini (Malam tadi) kami masih merangkum laporan daru daerah, rata-rata lulus 100 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu, Dra. Hj, Evriza M.Pd saat dikonfirmasi membenarkan jika dua siswanya tidak diluluskan, alasan ketidak lulusan siswanya karena nilai perilaku yang kurang baik.

“Akhlak menjadi bagian pendidikan karakter, akhlak itu nilai minimal baik, karena karakter diperlukan dalam pendidikan, ” katanya.

Walau ada siswa yang tidak lulus, kata Evriza sekolah telah melakukan penilaian kelulusan seobjektif mungkin, dan telah memenuhi ketentuan, ia justru malu jika harus memaksa untuk meraih kelulusan seratus persen, namun anak-anak yang diluluskan memiliki perilaku buruk.

“Kenapa harus malu, sekolah telah melakukan penilaian objekif, justru saya merasa malu jika harus meluluskan siswanya yang memiliki perilaku buruk dan berperkara hukum, ” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala SMAN 7 Kota Bengkulu, Sarjono bahwa satu siswanya yang tidak lulus, adalah siswa yang nilai karakternya kurang baik, terlibat dalam kasus kriminal yang menghilangkan nyawa orang lain.

“Cuma satu siswa yang tidak lulus, karena ada kaitanya dengan kasus meninggalnya siswi SMAN 4 Kota Bengkulu lalu,” cetusnya.

Kondisi yang sama diungkapkan kepala SMKN 2 Kota Bengkulu, Achmad Basori, siswa/siswi yang tidak lulus karena tidak memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan pemerintah. Ada empat kriteria kelulusan seperti tidak mengikuti Ujian Nasional, tidak tuntas menyelesaikan mata pelajaran, budi pekerti minimal baik dan memenuhi standar KKM USBN minimal 6,6.

Dan kedua siswanya yang tidak lulus hampir memenuhi ketiga kriteria tersebut.

Masih dikatakan Basori, adanya siswa yang tidak lulus, pihak sekolah membuat pengumuman secara tertutup, dimana hasil pengumuman wajib diambil oleh orang tua. Menghindari adanya euforia para pelajar, sekolah pun telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta babinkamtibmas untuk pengamanan di sekolah. “Kita standby kan babinkamtibmas dan security sekolah, ini kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ” katanya.

Aksi corat coret

Walau sudah kerap diingatkan agar tidak ada eufora kelulusan dengan aksi corat coret, aksi tersebut masih saja ditemui, terlihat ratusan siswa/siswi yang sudah berkumpul di jalan Jati sawah lebar kota Bengkulu meluapkan kegembiraanya dengan mencorat-coret seragamnya dengan pewarna. Akibatnya lalu lintas dijalan kawasan Padang Jati macet, namun aparat kepolisian cepat turun sehingga lalu lintas dikawasan itu terurai dan kembali lancar.

Kepala SMKN 3 Kota Bengkulu, Dra. Yendriani Anis MT.Pd menuturkan jika ratusan siswa/siswi dari berbagai sekolah telah berkumpul sejak pukul 14.30 wib, saat itu sekolahnya sedang proses pengumuman internal. ” Untuk pengumuman, kami hanya mengundang orang tua saja, sedangkan siswa diminta tunggu dirumah, ” jelasnya.

Berulang-ulang dirinya mengimbau kepada anak didik supaya tidak melakukan euforia berlebihan, faktanya para siswa/siswi justru ngumpul di depan gerbang sekolah yang ia pimpin. “Saya tidak tahu, hampir setiap tahun siswa/siswi ini selalu berkumpul di depan sekolah kami, ” katanya.

4 Siswa Kota Bengkulu Raih Nilai 100

Sementara itu, tercatat Empat siswa di kota Bengkulu berhasil memperoleh hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan nilai sempurna atau nilai seratus.

Siswa yang berhasil mendapat nilai 100 itu adalah Annisa Rahma Safira, M. Aditya Wana Putra, Febridila Nurul ketiganya dari SMAN 5 Kota Bengkulu, kemudian Dicky Rahman dari SMAN 4 Kota Bengkulu.

Kepala SMAN 4 Kota Bengkulu, Dra. Deni Asiah sangat bersyukur dan tidak menyangka jika anak didiknya ada yang memperoleh nilai sempurna. “Alhamdulillah satu siswa kita ada yang dapat nilai 100 mata pelajaran pilihan Bahasa dan sastra Indonesia, diraih Dikcy Rahman, ” katanya. Atas prestasinya tersebut, sekolah memberikan reword bersama dengan siswa/siswi lain yang memperoleh nilai tertinggi di sekolah.

Sementara itu Kepala SMAN 5 Kota Bengkulu, Dra. Darmawati M.Pd melalui wakil kurikulum Basuki Dwiyanto mengatakan pasca diterimanya hasil UN, pihak sekolah langsung melakukan rapat internal. Dari penghitungan nilai sekolah mengelompokkan siswa/siswi dengan nilai tertinggi, dan nilai sempurna.

Ada tiga siswa dengan nilai sempurna kesemuanya disumbang dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam yaitu Annisa Rahma Safira memperoleh nilai total 372 rincianya Bahasa Indonesia (90,0) Bahasa Inggris (92,0) Matematika (100) kimia (90), kemudian M. Aditya Wana Putra dengan total nilai 368,5 rincian Bahasa Indonesia (90,0) Bahasa Inggris (86,0), Matematika (92,5) dan fisika (100), Febridila Nurul dengan total nilai 331 rincianya Bahasa Indonesia (90,0), Bahasa Inggris (86,0), Matematika (55,0) dan biologi (100).

Sementara lulusan pertama di jurusan IPA diraih Raihan Abdillah dengan total nilai 376, ia berhasil mengumpulkan nilai dari bahasa Indonesia (94,0), Bahasa Inggris (92,0) Matematika (92,5) dan Fisika (97,5) dan terbaik IPS diraih Assyfa Meilyndar Pancaputri dengan total nilai 334, rincianya Bahasa Indonesia (96,0), Bahasa Inggris (68,0) matematika (92,5) dan Ekonomi (77,5).

Masih dikatakan Basuki, kita bersyukur hasil UNBK tahun ini siswa/siswinya masih memperoleh nilai yang bagus, ” Kalau tahun lalu tidak ada siswa kita yang dapat nilai sempurna, tapi tahun ini dengan UNBK masih ada siswa yang nilai sempurna, ” tegasnya. Sekolah memberikan apresiasi pada siswa/siswi berprestasi dengan diberi reword.

Sementara itu M. Aditya Wana Putra peraih nilai sempurna mata pelajaran fisika mengucap syukur, ia sendiri tida menyangka bisa meraih nilai sempurna. Selama pelaksanaan ujian tak ubahnya belajar seperti biasa, ia hanya mengulas pelajaran yang diberikan gurunya dan kerap mengulang soal-soal Ujian nasional tahun tahun sebelumnya.

” Saya hanya mengulang soal-soal Ujian Nasional tahun sebelumnya yang diberikan guru, dan belajar di Bimbel, ” tukasnya. (247)