Peresmian LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani Terapkan Sistem Syariah, No Riba

RIZKY/BE Peresmian kantor LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani dilakukan langsung oleh kepala OJK Bengkulu, Kepala Bank Indonesia, Kepala Dinas Koperasi, Jum'at (26/1)
RIZKY/BE Peresmian kantor LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani dilakukan langsung oleh kepala OJK Bengkulu, Kepala Bank Indonesia, Kepala Dinas Koperasi, Jum’at (26/1)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Ukhuwah Bintang Ihsani resmi beroperasi di Kota Bengkulu. LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu dan Dinas Koperasi, sehingga bisa menjadi lembaga keuangan dan melakukan transaksi pinjam meminjam dengan nasabah. Salah satu program LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani adalah No Riba, bisa diartikan sebagai semangat untuk menerapkan sistem ekonomi syariah. Karena dengan sistem ekonomi syariah kedepannya akan mengundang keberkahan.

“No Riba salah satu program kita, atau bisa dibilang menerapkan sistem ekonomi syariah. Dengan sistem ekonomi syariah, insyaAllah kedepan akan mengundang keberkahan,” jelas Ketua LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani, Fajri Ishak SE, disela-sela peresmian kantor LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani yang berada disamping Masjid SMPIT Iqra, Kelurahan Kampung Bali, Jum’at (26/1).

Masih dikatakan Fajri, kehadiran LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang akan melakukan simpan pinjam dan sarana permodalan. LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani untuk sementara hanya bisa memberikan pinjaman modal Rp 25 juta. Tetapi LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani mempunyai target, dua tahun kedepan modal yang dipinjamkan bisa berlipat. Sehingga LMKS bisa menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan selanjutnya bisa menjadi Bank Syariah.

“Alhamdulilah tahun 2016 sudah mendapat izin dari Dinas Koperasi, kemudian ada izin juga dari OJK. Saat ini kita memberikan laporan 4 bulan sekali ke OJK,” imbuh Fajri.

Tidak hanya program no riba saja, tetapi LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani juga akan menerapkan program menabung 1000 perhari untuk pelajar. Diharapkan program tersebut bisa dijadikan referensi untuk pelajar sekaligus menerapkan hidup mandiri. Saat ini LKMS Ukhuwah Bintang Ihsani sudah memiliki sekitar 1000 nasabah, sudah berdiri dua tahun dengan aset sekitar Rp 2 miliar.

“Target kami selanjutnya adalah mencari investor, agar LKMS ini terus tumbuh dan berkembang,” tegas Fajri.
Sementara itu, Kepala OJK Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, LKMS salah satu lembaga keuangan yang paling banyak dikenal masyarakat. OJK diamanatkan oleh Kementrian Koperasi untuk membimbing LKM.

“Kami dari OJK sudah pasti mendukung LKMS ini, terlebih lagi sudah ada arahan dari kementrian koperasi agar OJK membimbing LKM. Yang pasti, LKM harus menjaga ketetapan kas agar terus berkembang,” jelas Yan Syafri.
Kepala Bank Indonesia (BI) Bengkulu, Endang Kurnia mengatakan, peran LKMS sangat besar untuk bisa mengembangkan ekonomi daerah. Terlebih lagi di Bengkulu yang pergerakan ekonominya lambat.

“Peranan LKM sangat besar untuk mengembangkan ekonomi daerah,” tegas Endang Kurnia .¬†(167)