Peresmian KEK Sudah Matang

 

Bulan Depan Diresmikan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pengembangan pelabuhaan Pulau Baai menjadi pelabuhaan tersibuk tampaknya sudah didepan mata. Bahkan PT Pelindo II juga akan menjadikan pelabuhaan Pulau Baai sebagai pelabuhan integrated port. Tentu perubahaan itu tidak lepas dari rencana besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama PT Pelindo II yang akan meresmikan kawasan ekonomi khusus (KEK) di lahan seluas 500 hektar. Tidak hanya KEK, peresmian terminal ternak atau instalasi karantina hewan juga rencananya akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya mengatakan, peresmian tersebut akan dilakukan pada bulan April mendatang.

“Sekarang persiapannya sudah finalisasi. Artinya peresmian itu tinggal menyesuaikan dengan kedatangan presiden ke Bengkulu,” terang Elvyn kepada BE, usai menggelar pertemuan bersama Plt Gubernur di ruang rapat rafflesia Pemprov Bengkulu, kemarin (12/3).

Tidak hanya meresmian kawasan ekonomi saja, dalam peresmian tersebut, presiden juga akan melakukan penyerahaan sertifikat lahan milik Pelindo kepada warga di kampung sejahtera. Untuk itu, PT Pelindo bersama Pemprov akan terus berkoordinasi, agar presiden benar-benar bisa hadir ke Bengkulu.

“Upaya besar ini sebagai bukti, bahwa BUMN bersama pemerintah bisa bekerjasama dengan baik. Nah kita akan dorong terus, agar rencana ini terealisasi,” tambahnya.

Elvyn juga menuturkan, ketika KEK ini diresmikan di Bengkulu, maka investor akan terus berdatangan ke Bengkulu. Sebab, dalam kawasan tersebut, PT Pelindo akan memfokuskan berbagai bidang investasi. Baik untuk investasi curah kering dan curah basah. Selain itu, investasi logistika juga akan meramaikan perkembangan ekonomi di Bengkulu.

“Investasi yang masuk akan mengarah ke curah kering dan curah basah. Termasuk logistik juga ada disitu,” tutur Elvyn.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, dengan adanya pengembangan pelabuhaan Pulau Baai itu nantinya akan menjadi injin pengerah ekonomi Bengkulu. Sebab lahan total dengan luas 1.200 hektar itu dalam dimanfaatkan secara produktif, untuk masuknya investasi ke Bengkulu.

“Pengembangan ini tentu akan menjadi pintu masuk pergerakan ekonomi Bengkulu dan Sumatera,” ujar Rohidin.
Untuk itu, ketika pengembangan itu dilakukan, Rohidin juga menegaskan, pemerintah pusat juga harus ikut berfikir keras, agar infrastruktur jalan tol dan kereta api bisa cepat dilakukan pembangunan. Sebab, dukungan infastruktur itu nantinya akan menjadi pendukung penuh, dengan berjalannya secera cepat pengembangan pelabuhaan.

“Pengembangan pelabuhaan harus berjalan imbang dengan pembangan jalan tol dan kereta api. Agar bisa benar-benar mendukung pengembangan tersebut,” bebernya.

Dalam pertemuan tersebut, banyak dihadiri oleh pejabat pemprov dan PT Pelindo II Bengkulu. Seperti GM Pelindo II yang baru Hambar Wiyadi. Termasuk GM Pelindo II Bengkulu sebelumnya Drajat Sulistyo juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Begitupun dengan jajaran Direksi Pelindo II, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yusliwani, serta Kepala OPD Provinsi Bengkulu juga ikut hadir. Setelah melakukan pertemuan tersebut, PT Pelindo II juga menggelar pisah sambu GM Pelindo II Bengkulu yang lama Drajat Sulistyo dengan GM PT Pelindo II yang baru Hambar Wiyadi. Pisah sambut tersebut dilakukan tadi malam (12/3) di Hotel Grage Bengkulu. (151)