Peresmian Kapal Sabuk Nusantara 52


Lebih Manusiawi, Berkapasitas 285 Penumpang

DENDI _ Gubernur Bengkulu saat meresmikan kapal KM Sabuk Nusantara 52 kemarin sore  (1)BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd, kemarin sore meresmikan penggunaan kapal perintis bermerk KM Sabuk Nusantara 52. Kapal tersebut merupakan bantuan dari Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak 3 tahun lalu. Peresmian sendiri ditandai dengan pemukulan dol dan penguntingan pita yang dilanjutkan dengan peninjauan ruangan oleh gubernur dan FKPD.
Hadir dalam peresmian kapal tersebut, Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, Kapolda, Danlanal, Danrem 041 Gamas, pimpinan DPRD Provinsi, Wakil Bupati BU dan Wakil Walikota Bengkulu.
Kapal perintis yang dirakit di Madura ini berkapastias 285 penumpang dan mampu mengangkut barang hingga 400 ton. Rute perjalannya tidak hanya Bengkulu-Enggano, namun juga akan melewati rute kapal perintis yakni Bengkulu-Enggano-Teluk Bayur Sumber-Sikakap dan diperkirakan akan tiba di Enggano sekali seminggu.
“Kapal bantuan Kementerian Perhubungan yang baru ini lebih manusiawi, karena penempatan barang dan penumpang terpisah. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi full AC, kamar tidur dan ruang penumpang yang refresentatif dan nyaman,” kata Sekretaris Doshubkominfo Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatmiko MM saat menyampaikan sambutannya mewakili Kadishubkoiminfo.
Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Utara Ir Mi’an dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena berkat kepedulian Pemprov terhadap masyarakat BU yang terdapat di Pulau Enggano sehingga Kemenhub memberikan bantuan kapal tersebut.
“Selama ini kapal perintis hanya merapat ke Pulau Enggano dua minggu satu kali, dengan adanya kapal KM Sabuk Nusantara ini kita harap bisa datang setiap minggunya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat disana dan hasil perkebunan seperti pisang dan lainnya dapat didistribusikan dengan baik,” harapnya.
Tidak hanya sebatas itu, Mi’an juga berharap agar Pemerintah Provinsi Bengkulu terus membuat terobosan-terobosan baru agar Enggano sebagai pulau terluar Bengkulu keluar dari keterisoliran.
“Kami ucapkan terima kasih gubernur, wakil gubernur, Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu serta pihak terkait lainnya semoga ke depan kita akan terus membuat terobosan untuk Enggano,” tukasnya.
Di bagian lain, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah berharap dengan adanya kapal tersebut agar masyarakat Enggano dapat mengembangkan usahanya seperti home indutri, karena kapal tersebut bisa mengangkut barang lebih banyak dengan ongkos relatif murah. Karena masih disubsidi oleh Kemenhub.
“Keberadaan kapal ini juga diharap sebagai perekat stabilitas nasional karena menghubungkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lainnya. Dan sebagai ujung tombak pemerintah dalam mengawasi pencurian ikan, karena kapal ini akan selalu berpatroli mengeliling laut Bengkulu,” harap Junaidi.
Selain itu, Bengkulu sendiri merupakan daerah rawan bencana, sehingga kapal tersebut diharap sebagai alat transportasi untuk mengevakuasi masyarakat yang terkena bencana alam tersebut, sehingga dapat mengurangi risiko bencana.
“Selain kapal ini, di Enggano juga dibangun bandara perintis. Dan kita akan terus berupaya untuk membangun Enggano agar jarak tempuh ke Kota Bengkulu semakin singkat sehingga Enggano tidak lagi menjadi daerah yang terisolir,” pungkasnya. (400)