Pererat Silaturahmi, Hindari Gejolak TNI dan Media

Dari Coffee Morning Danrem 041 Gamas dengan Insan Pers

RIO-COFEE MORNING DANREM DENGAN PERS (2)
Komandan Korem 041 Garuda Emas Bengkulu, Kolonel Inf Fajar Budiman SIP, pagi kemarin (18/5) menggelar coffee morning bersama insan pers di aula pertemuan Markas Korem Bengkulu. Cofee morning bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI dan awak media sekaligus memperkenalkan dirinya yang baru ditugaskan di Bengkulu.

DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi teraman di Indonesia. Sebab, hingga saat ini hubungan TNI dengan media massa atau wartawan berjalan dengan baik, sehinggga menimbulkan selisih paham yang berujung pada pengiayaan seperti yang terjadi di daerah lain.
Danrem 041 Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Fajar Budiman SIP berharap kondisi tersebut terus berjalan untuk masa mendatang. Karena pada dasarnya TNI dan media memang dituntut untuk selalu rukun agar tercipta suasana yang kondusif, aman dan tentram.
“Kita tahu bahwa peran media massa sangat penting, karena memberikan informasi atau pengetahuan hingga masyarakat di seluruh pelosok. Dulu,  banyak hal-hal yang terjdi tidak diketahui karena tidak terekspose melalui. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini informasi begitu cepat dan semua sudah terbuka,” kata Danrem.
Selain menyampaikan informasi dan hiburan, ia juga berharap media massa yang ada di Provinsi Bengkulu ini mencerdaskan dan dapat membantu memecahkan persoalan yang ada ditengah-tengah masyarakat, sehingga terbangun masyarakat yang cerdas dan media berkembang dengan pesat.
“Untuk itu, media berikanlah inmformasi yang mendidik, detail dan akurat. Kami juga berharap pers juga mengharagai prluralisme, sehingga berita yang disampaikan independen, melayani hak jawab dan mempedomani kode etik jurnalistik,” harap Danrem.
Fajar menceritakan, saat bertugas di Ambon beberapa waktu lalu, ia juga menjalin hubungan baik dengan media massa dan ia pun merasakan dampaknya berupa kecepatan informasi. Bahkan ia mampu menghindari konflik antara TNI dan Polri berkat informasi dari wartawan.
Karena itu, ia juga meminta para awak media di Bengkulu untuk menyampaikan informasi kepadanya, khususnya yang berkaitan dengan anggota TNI.
“Di Bengkulu ini sama seperti daerah lain, ada TNI, Polri, Brimob dan Danlanal. Kalau ada informasi perkelahian antara TNI dan Polri segera sampaikan kepada kami agar bisa diselesaikan sebelum masalahnya membesar. Disi lain, kita akan malu kalau Bengkulu ini mendadak terkenal hanya karena  terjadi keributan antara dan TNI dan Polrinya,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bengkulu, Sukatno SPd MSi dalam sambutannya berharap agar silaturahmi TNI dengan wartawan terus berlangsung sampai kapan pun.
“Di era reformasi ini banyak dampaknya bagi kita wartawan jika menjalin hubungan baik dan TNI. Dengan adanya hubungan baik seperti ini, mudah-mudahan tidak terjadi seperti di daerah lain antara TNI dan wartawan berjibaku. Selama ini sangat baik dan hars kita jaga trus. Saya juga harap wartawan dalam menjalankan jurnalistiknya selalu menjunjung tinggi kode etik yang sudah diatur dalam UU pers,” ungkap General Manager Harian Bengkulu Eskpress ini.
Sukatno juga menegaskan  bahwa saat ini kecepatan informasi sangat luar biasa, berbeda jauh dengan beberapa tahun silam. Informasi saat ini tidak hanya melalui televisi dan surat kabar saja, namun melalui media sosial internet yang sudah mendunia.
Untuk itu, ia juga mengingatkan para wartawan untuk berhati-hati menyampaikan informasi melalui media sosial tersebut, karena sudah banyak yang berurusan dengan hukum karena informasi yang disampainya terindikasi merugikan orang lain.
“Walaupun terbuka, tapi ita harus tetap selalu waspada dan berhati-hati,” tukasnya.
Ikut hadir dalam coffee morning ini Deputi GM RB, Pihan Pino, GM Radar Bengkulu, Syahbandar SPd, Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu, Drs Rusdi Bakar MPd, para pejabat di lingkungan Korem 041 Gamas dan insan pers dari berbagai media.(**)