Perencanaan Gagal, Gunakan Mesin Air

sarana air bersih janggal (1)CURUP TENGAH, BE – Persoalan tidak berfungsinya hasil kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih pedesaan pada tahun anggaran 2013 di kompleks perumahan RW 7 Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah, akhirnya tuntas.  Pelaksana proyek CV Jurial Brothers, akhirnya menggunakan bantuan mesin air agar dapat mengisi bak penampungan air setelah gagal menyalurkan air yang bersumber dari Sungai Air Merah menggunakan metode elevasi yang sebelumnya tertuang dalam rencana kegiatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum RL Mohammad Zilzal, ST melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Luhur Budi, ST kepada wartawan, Kamis (6/2) menjelaskan, penggunaan mesin air tersebut sebenarnya tidak ada dalam rancangan pekerjaan, hanya saja karena air yang bersumber dari Sungai Air Merah tersebut tidak bisa mengalir terpaksa digunakan mesin air sementara waktu.
“Sumber air bukan berasal dari air tanah, tetapi bersumber dari Sungai Air Merah, agar pekerjaan yang dihasilkan tidak terkesan mubazir,” terangnya.
Budi mengakui, penerapan metode elevasi gagal dilaksanakan karena akurasi alat GPS yang tidak tepat sehingga dorongan air di bak penampungan tidak bisa disalurkan untuk mengisi bak penyaluran air. “Ada kesalahan akurasi, sehingga dorongan air tidak kuat untuk mengisi bak penampung penyaluran air. Lagipula bak yang dibuat masih rembes atau bocor kita sudah tegur pemborongnya untuk diperbaiki,” ungkapnya.
Namun Budi menegaskan, fisik pekerjaan sudah sesuai dan selesai Desember 2013 lalu hanya saja soal air pihaknya mengaku akan berupaya terus agar bisa mengalir ke-130 rumah warga di RW 7 tersebut.  “Air ini kita tidak pasti pak, kita gunakan Sungai Air Merah karena ada warga yang merekomendasikan di sana, sayangnya warga tidak jujur sumber air tersebut, jika tidak ada rekomendasi warga, kita bisa gunakan air tanah dengan bak penampungan,” katanya.
Budi mengungkapkan, pihaknya juga sudah pasang meteran air untuk mengukur penggunaan air.  “Harapan kami nantinya pekerjaan ini bisa diserahterimakan kepada warga untuk dikelola.  Nanti kami harapkan warga bisa membuat sebuah badan pengelola untuk warga bisa memungut dana ke masing-masing rumah yang gunanya untuk pemeliharaan sarana air bersih, misalnya untuk pembayaran listrik, pergantian pipa yang rusak,” katanya.
Disinggung soal kualitas air yang berasal dari Sungai Air Merah, Budi mengaku pihaknya telah memasang saringan kotoran untuk menyaring air. “Ada saringannya itu pak, jadi sebelum masuk ke bak penampung penyaluran sudah bersih dan disalurkan ke rumah-rumah warga,” jelasnya lagi.
Di bagian lain, kegagalan perencanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih pedesaan pada tahun anggaran 2013 di kompleks perumahan Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah terus menjadi perbincangan masyarakat sekitar.
Wajar saja, proyek senilai Rp 363 juta tersebut menjadi harapan besar warga sekitar dapat menjadi sumber air bersih untuk aktivitas keseharian masyarakat. “Wajar kami bertanya pak, dana proyek sampai Rp 363 juta, sampai saat ini belum juga berfungsi. Hari ini (kemarin), baru isi air sedikit bak sudah bocor, sekarang pakai mesin air karena gagal mengalirkan air dari sungai Air Merah” ungkap Sujani (56), salah satu warga kepada wartawan.
Sebagai dokumen, warga mengaku sudah mengabadikan sejumlah kejanggalan pembangunan sarana air bersih dengan mengabil foto pipa yang saat ini tengah diperbaiki pelaksana proyek dimasa pemeliharaan. “Bukti foto sudah kita ambil, nanti kalau sampai pekerjaan sarana air bersih ini tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih yang kami harapkan, kita lampirkan sebagai dokumen pelaporan pendukung dengan menyertakan tanda tangan menolak hasil pekerjaan proyek tersebut,” tegasnya.
Diungkapkan warga, usulan pembangunan sarana air bersih tersebut sudah berulang kali diusulkan warga untuk dianggarkan melalui APBD, hingga akhirnya dialokasikan pembangunanya tahun 2013 lalu. “Artinya sudah lama kami nunggu pembangunan sarana air bersih, karena jalur PAM tidak ada.  Kalau yang kami dapatkan bak mubazir, untuk apa dibangun, warga ini butuh air bukan bangunan bagunan mubazir,” sesal. (999)