Perempuan Bisa Magang ke Jepang

Plt. Gubernur bersama CEO IM Japan Berfoto Bersama Usai Menandatangani MoU Magang Ke Jepang
IST/Bengkulu Ekspress
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA memperlihatkan MoU Magang ke Jepang yang sudah ditandatangani bersama Presiden CEO IM Japan, Keyoei Yanagisawa.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Program magang ke Japang yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan IM Japan terus berlanjut. Mulai tahun ini tidak hanya laki-laki yang bisa ikut program magang ke Jepang tersebut, tapi perempuan juga bisa ikut. Bahkan sudah diberangkat beberapa hari lalu. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Drs Ir Sudoto MPd mengatakan program magang ke Jepang kali ini adalah seleksi perempuan pertama.

“Ini kali pertamanya kita mendapat kuota peserta perempuan untuk magang ke jepang sebagai hasil dari kunjungan kerja kita ke IM Japan awal Mei lalu,” ungkap Sudoto.

Syarat untuk mengikuti program magang ini yaitu perempuan lulusan SMK Keperawatan/Kesehatan, lulusan SMA sederajat, D3 Keperawatan, serta S1 Keperawatan. Selain itu, juga ada seleksi matematika, fisik, kesemaptaan, dan wawancara. Peserta juga akan dikursuskan Bahasa Jepang selama dua bulan dan menjalani sejumlah tes bahasa. Hal itu dilakukan untuk membekali peserta agar tidak kesulitan dalam hal bahasa.

“Program ini sudah running, dan kita telah membuka pendaftaran. Pendaftaran caregiver dibuka mulai tanggal 31 Mei hingga 2 juli 2018. Peserta perempuan ini merupakan perawat, baik lulusan SMK, SMA sederajat hingga S1 Keperawatan dan pada tanggal 9-13 Juli direncanakan sudah melaksanakan tes,” terang mantan Plt Sekdaprov Bengkulu ini.

Menurut Sudoto, nantinya peserta magang ini akan dipekerjakan sebagai caregiver atau penjaga orang sakit di rumah keperawatan di Jepang dengan tidak membedakan gaji antara peserta magang laki-laki dan perempuan.
“Untuk penyeleksian program ini kita juga akan berlakukan program One Village One Person (Ovop) dan berharap melalui program tersebut, pengangguran di Provinsi Bengkulu bisa ditekan ” harapnya.



Program magang ini sebagai tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA dengan Presiden CEO IM Japan Mr. Keyoei Yanagisawa, sekitar akhir tahun 2017 lalu. Menindak lanjuti kebutuhan peserta magang perawat ini, Sudoto berencana Senin (hari ini-red) akan memanggil seluruh kepala sekolah SMK Keperawatan dan seluruh pimpinan perguruan tinggi kesehatan untuk melakukan kerjasama dan mendorong mensukseskan program OVOP ini.

Melalui program magang ke Jepang, Provinsi Bengkulu memprogramkan satu desa satu orang atau One Village One Person untuk di berangkatkan magang ke Jepang. Apalagi mulai tahun ini telah dibuka program keperawatan untuk perempuan.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Jauhari SH mengatakan kesempatan satu orang satu desa ini sangat membantu untuk pemuda pemudi yang berkompeten bisa ikut dalam program magang ke Jepang.

“Kita sudah bekerjasama antara provinsi dan kabupaten. Mulai tahun ini kabupaten sudah mensosialisasikan, merekrut, dan monitoring. Sedangkan Pemerintah Provinsi melalui Disnakertrans Provinsi melatih dan memfasilitasi tes dan ikut monitor, selanjutnya pemerintah pusat melakukan pelatihan tahap dua dan ikut monitor,” terangnya.

Untuk diketahui, peserta magang gelombang pertama sudah diberangkatkan pada 26 Mei 2018 lalu. Mereka nantinya akan dilakukan pelatihan kembali di Jepang sesuai dengan keahlian di masing-masing perusahaan tempat mereka magang.(cik8)