Perempuan Berperan Jaga Ketahanan Keluarga

JAMBORE
Media Center Pemprov/Bengkulu Ekspress
Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah foto bersama anggota organisasi perempuan usai membuka Jambore Organisasi Perempuan se-Provinsi Bengkulu, kemarin (10/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA menegaskan, kaum perempuan zaman sekarang mempunyai peran yang signifikan terhadap ketahanan keluarga. Tak hanya itu, menurutnya, yang tak bisa tergantikan hanyalah pada kodratnya sebagai perempuan, sedangkan kedudukan dan peranan dengan kaum laki-laki adalah setara.

“Mengandung, melahirkan dan menyusui itu kan kodrat yang tak bisa tergantikan. Sedangkan peran dalam ketahanan keluarga, karir, bahkan politik pun sama dengan laki-laki. Ini bukan berarti menekan atau mengecilkan peran laki-laki, tetapi kesetaraan gender itu memang secara kodrat yang tak bisa diganti fungsinya,” terang Rohidin saat pembukaan Jambore Organisasi Perempuan se-Provinsi Bengkulu di Wahana Surya Kabupaten Bengkulu Tengah, kemarin (10/7).

Lanjutnya, perempuan mempunyai peran penting dalam ketahanan keluarga, bahkan kemandirian keluarga. Perempuan sebagai ibu, termasuk menjadi ujung tombak pembangunan nasional yakni dalam membentuk karakter anak sebagai generasi bangsa, mendidik anak-anak bersama kaum laki-laki. Bahkan ketahanan ekonomi keluarga, perempuan juga tidak tinggal diam. Perempuan bisa berkarir tanpa meninggalkan kodratnya. “Kita mengapresiasi organisasi perempuan, mereka telah menjadi simpul-simpul penggerak ketahanan keluarga, bahkan ekonomi melalui kegiatan kegiatannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu, Foritha menjelaskan, saat ini kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi adalah membantu akses permodalan melalui lembaga keuangan seperti bank daerah, dan juga bank nasional dan swasta. Perempuan Bengkulu melalui organisasi-organisasi juga saling berbagi pengalaman usaha, dan tak sedikit yang telah berhasil menjadi pengusahan yang mapan.



“Selain intervensi kebijakan berbasis gender, untuk menggerakkan ekonomi kreatif oleh perempuan, pemerintah terus mendorong akses modal dan pelatihan-pelatihan,” pungkas Foritha.

Seperti diketahui, Jambore Organisasi Wanita se-Provinsi Bengkulu dengan tema ‘Perempuan Sebagai Penggiat Ekonomi Kreatif’ yang digelar di Wahana Surya Kabupaten Bengkulu Tengah itu juga menampilkan produk-produk unggulan hasil dari ekonomi kreatif masyarakat yang marketnya serta produksinya dilakukan oleh perempuan Bengkulu. (151)