Peredaran Uang Rp 5,9 T

Fitriani BadarDALAM beberapa tahun terakhir, angka peredaran uang di Kota Bengkulu mencapai Rp 5,9 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa perkembangan pasar di Kota Bengkulu secara konsisten mengalami kenaikkan.  Pertumbuhan ini terjadi pada seluruh sektor ekonomi yang ada.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu secara riil tergambar dari angka pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga konstan dimana pada kurun waktu 2009-2012 pertumbuhan ekonomi rata-rata naik 5 persen,” demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Bengkulu, Dr H Fitriani AP MSi, kemarin.
Kontribusi terbesar yang disumbangkan dalam PDRB ini berasal dari sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai Rp 2,1 triliun atau 3,5 persen dari total PDRB. Setelah itu, sektor lainnya yang menyumbang terbesar kedua adalah jasa-jasa yang didominasi oleh subsektor Pemerintahan Umum dengan sumbangsih sebesar Rp 990 miliar. “Sementara itu peranan swasta yang bergerak di bidang jasa dalam perekonomian Kota Bengkulu masih telatif rendah. Kontribusi subsektor swasta dalam PDRB masih pada kisaran Rp 416 miliar,” terusnya.
Pada urutan berikutnya, sumbangan lainnya diberikan dari sektor pengankutan dan komunikasi. Pada sektor ini, sumbangan signifikan dihasilkan dari angkutan jalan raya yang mencapat Rp 487 miliar atau 8,2 persen terharap PDRB Kota Bengkulu.
“Sumbangan juga diberikan dari sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor listrik, gas dan air minum serta sektor pertambangan memiliki kontribusi sekitar 0,54 hingga 6,03 persen atau total Rp 915 miliar,” sambungnya.
Sementara nilai riil PDRB perkapita pertahun penduduk Kota Bengkulu diperkirakan sebesar Rp 7,6 juta. Semua data ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, tingkat kesejahteraan penduduk di Kota Bengkulu meningkat. (009)