Percepatan Pembangunan Masjid Agung

Masjid Agung (1)
Doni/Bengkulu Ekspress
Progres pembangunan Masjid Agung saat ini sudah memasuki pembangunan tiang untuk lantai dua, dengan angaran yang ditelan dua tahun terakhir sebesar Rp 10 miliar lebih.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekpress-Tahun depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang menargetkan percepatan penyelesaian pembangunan Majsid Agung (MA). Sehingga peningkatkan anggaran harus dilaksanakan agar pekerjaan bisa dikejar lebih cepat.

Bahkan tidak main-main Pemkab Kepahiang menargetkan anggaran sebesar Rp 20 miliar ditahun depan. Anggaran 4 kali lipat dari anggaran Masjid Agung tersebut diharapkan dapat menggenjot progres pekerjaan hingga selesai dimasa pemerintahaan saat ini.

“Kalau pinjaman ke PT SMI dapat diakomodir, salah satu keinginan pemerintah ialah mengalokasi APBD untuk pembangunan Masjid Agung,” ucap Waka I DPRD Kepahiang Adrian Defandra SE.

Dikatakan Waka I DPRD Kepahiang Andrian Defandra SE, alokasi besar untuk Masjid Agung diminta Bupati Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM jika nantinya berhasil melaksanakan hutang daerah sebesar Rp 75 miliar ke PT Sarana Multi Insprastruktur (SMI).

“Jika nanti ada dana pinjaman maka dapat difokuskan untuk bangunan jalan, jadi mereka (eksekutif, red) minta alokasi masjid Agung bisa dianggarkan Rp 20 miliar,” kata Andrian.

Menurutnya, keinginan tersebut dikarenakan Bupati menginginkan agar ada Masjid Agung dapat dibangun lebih cepat hingga bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Sebab bila menunggu anggaran dari pihak lainnya tentunya akan panjang dan lama.

“Mereka meminta alokasi Masjid Agung itu bisa Rp 20 miliar di 2019, maka untuk pembangunan jalan itu dari dana pinjaman, menurutnya saya isunya jangan dibesar-besarkan dulu. Silahkan Bupati memprosesnya tentunya jika syaratnya sudah lengkap silahkan ajukan untuk perdanya,” sebut Andrian.

Sebelumnya, Bupati meminta persetujuan awal DPRD Kabupaten Kepahiang untuk mengajukan surat minat pengajuan hutang daerah ke PT SMI. Pemerintah mengekspose rencana penggunaan dana pinjaman tersebut untuk membangunan jalan KTNA yang menghubungan Kepahiang dengan pusat wisata di Kecamatan Kabawetan, kemudian jalan dikawasan Kecamatan Bermani Ilir dan Muara Kemumu yang memang belum mendapatkan pembangunan secara memadai. (320)