Percepat Pembangunan Bengkulu

Eko/Bengkulu Ekspress KOMPAK: Para Gubernur se-Sumatera bergandengan tangan setelah melakukan pembukaan Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatera dengan penabuhan alat musik dol tadi malam di Grage Hotel, Bengkulu.

Rohidin Minta Dukungan  Gubernur Se-Sumatera

BENGKULU, Bengkulu Ekspress-Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera resmi dibuka dengan ditandai penabuhan alat musik dol oleh seluruh gubernur se-sumatera. Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah meminta dukungan kapada gubernur se-Sumatera untuk percepatan pembangunan di Provinsi Bengkulu, khususnya di Pulau Sumatera.

“Bengkulu provinsi kecil yang diapit oleh empat provinsi besar. Lampung, Sumatera Selatan, Jambi dan Sumatera Barat. Kita sudah rancang, Bengkulu bisa memberikan kontribusi untuk ekonomi nasional, khususnya Pulau Sumatera,” ujar Rohidin dalam sambutan pembukaan rakor sekaligus ramah tambah gubernur se-Sumatera di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Senin (8/7) malam.

Rohidin memaparkan, konektivitas Pulau Sumatera bagian barat harus mulai dihidupkan. Dari program yang sudah dirancang, konektivitas tengah pulau Sumatera itu berujung pada Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang berada tepat dimulut Samudera Hindia. Tentunya dengan didukung atas rencana pembangunan jalan tol dan rel kereta api dari Bengkulu menuju Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). “Kita juga mendorong kawan ekonomi khusus (KEK), dengan menghidupkan konektivitas logistik nasional dari tengah Pulau Sumatera,” paparnya.

Begitupun dengan jalur transportasi udara, Bandara yang sebelumnya dikeleolah oleh Kementeria Perhubungan (Kemenhub) harus bisa diserahkan ke PT Angkasa Pura (AP) II. Karena menurut Rohidin, pengelolaan bandara tidak lagi relavan jika dikelola oleh pemegang regulasi. “Kita harus dorong bersama, bandara yang ada di Pulau Sumatera tidak lagi dikelola oleh pemegang regulasi. Jika sudah dikelola PT AP II, maka pengembangan bandara internasional bisa dilakukan secara cepat,” tambah Rohidin.

Tidak hanya itu, dihadapan gubernur se-Sumatera, Rohidin mengatakan Bengkulu ini wilayah yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi. Sebab, Bengkulu menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang pernah dijajah oleh Negara Inggris dengan dibuktikan hadirnya Benteng Marlborough, benteng terbesar di Asia Tenggara. “Kita inginkan kejayaan Bengkulu ini terulang kembali,” ujarnya.

Begitupun dengan sejarah, Bengkulu merupakan provinsi tempat lahirnya ibu pertama Indonesia, Ibu Fatmawati yang merajut pertama bendera Merah Putih. Bahkan dalam dalam mengenang sejarah itu, Bengkulu tengah menggas membuat film layar lebar berjudul Fatmawati bunga dari Bengkulu untuk Indonesia.

“Kedepan, agar semua istri gubernur dalam masa jabatan baru bisa menjahit bendara merah putih di Bengkulu untuk di bawa ke provinsi masing-masing dan dikibarkan dari awal masa jabatan gubernur,” ungkap Rohidin.

Sementara itu, dalam rakor gubernur se-sumatera yang akan digelar hari ini di Grage Hotel Bengkulu, Rohidin berharap ada keputusan strategis yang diambil untuk mendorong ekonomi Sumatera dalam bentuk kesepakatan Momorundem Off Rafflesia. “Khususnya untuk komoditi kopi dan CPO, bisa mendapatkan posisi tawar lebih baik,” ujarnya.

Dari beberapa kepitusan yang diambil nantinya, bisa diusulkan ke presiden. Bahkan bisa melakukan rapat secara khusus kepada presiden dengan melibatkan gubernur se-sumatera dan Ketua DPRD se-Sumatera. “Kita minta ada rapat terbatas khusus dengan presiden, dalam mendukung ekonomi nasional,” tutup Rohidin. (151)