Perbankan Raup Laba Rp 92 Triliun

imagesJAKARTA,BE  – Perbankan nasional mampu meraup banyak untung selama 2012. Laba setelah pajak bank umum di 2012 mencapai Rp 92,8 triliun atau tumbuh 23% dibandingkan 2012 yang sebesar Rp 75 triliun.
Dari Statistik Perbankan Indonesia seperti tertuang di situs BI, perolehan laba tersebut ditopang dari pendapatan bunga bersih yang mencapai sebesar Rp 207,5 triliun selama 2012 atau jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga di 2011 yang sebesar Rp 178,7 triliun.

Namun beban operasional perbankan di Indonesia masih cukup tinggi, di 2012 mencapai Rp 218,4 triliun.
Sementara, total kredit bank umum di 2012 mencapai Rp 2.725 tirliun atau meningkat dibandingkan pada penyaluran kredit Desember 2011 Rp 2,200 triliun. Terdiri dari kredit rupiah dan valas yang masing-masing sebesar Rp 1.825 triliun dan Rp 358,6 triliun.
Dana masyarakat atau DPK perbankan di 2011 tercatat sebesar Rp 2.784,9 triliun, sementara di 2012 sendiri mengalami peningkatan menjadi Rp 3.225 trilun.

BI sendiri mengungkapkan pertumbuhan kredit hingga akhir Desember 2012 mencapai 23,1% (yoy), meningkat dari 22,3% (yoy) pada bulan sebelumnya. Kredit modal kerja tumbuh cukup tinggi sebesar 23,2% (yoy) dan kredit investasi tumbuh stabil pada level yang tinggi sebesar 27,4% (yoy), dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian nasional.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh sebesar 20,0% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia meyakini stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga dengan fungsi intermediasi perbankan yang akan meningkat seiring dengan peningkatan kinerja perekonomian nasional.(**)

Rasio Kinerja Bank Umum 2012:

Rasio Kecukupan Modal (CAR) 17,43%
Return on Asset (RoA) 3,11%
Beban Operasional/Pendapatan Operasional (BOPO) 74,10%
Margin Bunga Bersih (NIM) 5,49%