Perbaikan Jalan Terancam Tak Selesai

Bakti/Bengkulu Ekspress BERDEBU : Jelang labaran Idul Fitri 1440 H, jalan nasional dari Desa Kembang Seri menuju Desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat belum selesai diperbaiki sehingga berdebu, Minggu (26/5).

Ruas Kembang Seri-Air Sebakul Rusak Berat

BENTENG, Bengkulu Ekspress– Menjelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 Masehi, kondisi jalan nasional dari Desa Kembang Seri menuju Desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah semakin memprihatinkan. Menyisakan waktu sekitar seminggu lagi, perbaikan jalan masih belum diselesaikan. Permukaan jalan dipenuhi material berupa koral sehingga membuat jalan dipenuhi kepulan debu tatkala dilewati kendaraan. Kerusakan terparah terlihat di Desa Pulau Panggung, Desa Jumat dan Taba Lagan.



Kondisi seperti ini akan membuat para pengguna jalan terganggu. “Selaku pengguna jalan, kenyamanan saat berkendara sangat terganggu. Setiap hari saya selalu melintasi jalan ini karena merupakan satu-satunya akses menuju kantor Camat Semidang Lagan,” kata Depi Junaidi SIP yang juga merupakan Camat Semidang Lagan.

Lebih lanjut, Depi mengatakan, kerusakan jalan seolah menjadi agenda tahunan. Begitu pula dengan perbaikan, juga selalu dilakukan setiap tahun. Dari hasil pantauan, jalan yang telah diperbaiki tak pernah bertahan lama dan kembali rusak pada titik-titik yang sama.

“Beberapa bulan lalu, kontraktor proyek sudah melakukan pengerukan terhadap jalan yang berlubang dan menutupnya dengan koral. Akan tetapi, sudah 1,5 bulan tumpukan koral belum juga diaspal. Kasihan para pengendara sepeda motor, selalu menghirup debu ketika berpapasan dengan kendaraan roda dua dan truk bermuatan,” ungkap Camat.

Selain itu, beberapa titik masih belum juga mendapatkan penanganan. Lubang pada permukaan jalan masih ada yang dibiarkan terbuka dan menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Baik mencoba menghindar ataupun yang tanpa sengaja masuk kedalam lubang.

“Saat hujan, lubang pada permukaan jalan seolah menjadi jebakan bagi para pengendara. Inilah yang membuat kendaraan mengalami kecelakaan,” tutup Depi.(135)