Perbaikan Jalan Suprapto Dipertanyakan

Ary, jalan Suprapto rusak (3)
ARY/Bengkulu Ekspress
Kondisi salah satu ruas Jalan Suprapto Kota Curup pada Minggu (9/9) kemarin. Sejumlah warga mempertanyakan kapan jalan milik Provinsi Bengkulu tersebut akan diperbaiki.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Tak hanya warga dari Kecamatan Binduriang yang mempertanyakan perbaikan jalan Provinsi Bengkulu di wilayah mereka, sejumlah warga Kota Curup juga mempertanyakan kapan Jalan Suprapto Kota Curup diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. “Katanya tahun ini Jalan Suprato ini sudah akan diperbaiki, tapi kapan,” tanya Kurnia (38) salah satu warga Kota Curup.

Karena menurut Kurnia, bila memang Jalan Suprapto Curup sudah dianggarkan untuk diperbaiki, seharusnya sudah ada tanda-tanda dilakukan perbaikan, terlebih lagi tahun 2018 ini tinggal menyisakan beberapa bulan lagi.

“Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan, karena masyarakat sudah sangat terganggu,” aku Kurnia.

Senada dengan Kurnia, Dedi (45) warga lainnya juga berharap agar perbaikan Jalan Suprato yang tinggal menyisakan 1 Km lagi yang masih rusak tersebut untuk segera dilakukan perbaikan. Karena kondisi jalan rusak tersebut sangat menggangu masyarakat terlebih lagi aktivitas kendaraan di Jalan Suprapto terbilang padat.

“Kami berharap Jalan Suprapto ini segera diperbaiki, karena lubang-lubang yang ada kerap membuat macet serta saat cuaca panas debu beterbangan,” keluh Dedi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Rejang Lebong, Yusran Fauzi ST saat dikonfirmasi membenarkan bahwa perbaikan Jalan Suprapto tersebut sudah dianggarkan dalam APBD Provinsi Bengkulu tahun 2018 ini.

“Saat ini masih dalam proses lelang, kita berharap bisa segera selesai dan perbaikan bisa segera dilaksanakan,” sampai Yusran Fauzi.

Dijelaskan oleh Yusran, adanya keterlambatan proses perbaikan jalan Suprapto sendiri kemungkinan besar karena anggaran untuk perbaikan jalan Suprapto tersebut hanya sebesar Rp 3 miliar untuk panjang jalan yang akan diperbaiki sepanjang 1 KM. Kecilnya nilai proyek tersebut, menurut Yusran sehingga tidak banyak kontraktor yang berminat untuk melakukan perbaikan.

Sementara itu, terkait dengan jalan dari Binduriang ke Sindang Dataran yang sebelumnya disampaikan masyarakat ke DPRD Rejang Lebong. Yusran mengaku berdasarkan koordinasi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang dilakukan langsung oleh Bupati Rejang Lebong beberapa waktu lalu. Untuk jalan dari Binduriang ke Sindang Dataran akan dianggarkan Pemerintah Provinsi Bengkulu pada tahun 2019 mendatang.

“Untuk kemarin yang didemo masyarakat, baru akan dimasukkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu,” papar Yusran.

Hal tersebut, menurut Yusran karena dalam melakukan pembangunan jalan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukannya dengan skala prioritas yaitu membangun jalan-jalan utama terlebih dahulu. Karena pada tahun 2018 ini sendiri ada 4 ruas jalan milik Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong yang sudah dianggarkan dan saat ini masih dalam proses lelang.

Empat ruas jalan provinsi yang akan diperbaiki tahun 2018 ini yaitu jalan Suprapto, jalan PUT tembus Karang Baru, jalan Apur menuju Karang Bara, dan Jalan Derati menuju Tanjung Ening, dengan anggaran untuk pembangunan jalan tersebut lebih dari Rp 25 miliar.

“Saat ini Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan pembangunan dengan skala prioritas yaitu jalan-jalan utama terlebih dahulu,” sampai Yusran.



Bahkan menurut Yusran untuk jalan Provinsi yang ada di Kecamatan Sindang Dataran mulai dari Desa VI Suku Menanti hingga ke Kabupaten Kepahiang juga masuk dalam skala prioritas. Hanya saja pembangunan jalan tersebut belum bisa dilanjutkan, karena pada pembangunan sebelumnya yaitu ditahun 2017 lalu terdapat masalah sehingga pembayaran belum selesai karena masih menunggu audit terlebih dahulu.

“Untuk jalan menuju Bengko, sudah masuk sekala prioritas, namun karena pembangunan sebelumnya ada masalah, sehingga Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menyelesaikannya terlebih dahulu, baru setelah itu dianggarkan untuk kelanjutan perbaikannya,” demikian Yusran.(251)