Perawat RSUD Kepahiang diduga Terpapar Covid-19

FOTO IST : Hasil Rapid Test

KEPAHIANG, Bengkuluekspress.com – Satu orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang harus menjalani karantina mandiri di rumah. Sebab, berdasarkan hasil tes cepat atau rapid test yang dilakukan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kepahiang, yang bersangkutan diduga terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Namun, untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar postif terkonfirmasi Covid-19 masih nunggu hasil uji swab.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang, H Tajri Fauzan MSi mengatakan, pada Sabtu (2/5) ada sekitar 9 orang tenaga medis di RSUD Kepahiang mengikuti rapid test. Dari jumlah tersebut satu orang hasil rapid testnya reaktif (positif).

“Ya, hari ini (kemarin red) tim kita mengambil sampel swab terhadap yang bersangkutan, mudah-mudahan hasil swab nanti negatif,” ungkap Tajri.

Dijelaskan Tajri, 9 orang tenaga medis yang menjalani rapid tes ini tidak ada memiliki riwayat perjalan atau pergi keluar daerah. Namun, warga Desa Taba Telebet yang hasil rapid testnya postif tempo hari pernah dirawat di ruang Rafflesia RSUD Kepahiang, selama 7 hari karena kanker dan yang merawatnya adalah 9 orang tenaga medis tersebut.

“Sembilan orang tenaga medis ini adalah hasil pelacakan yang pernah kontak dengan warga Desa Taba Tebelet,” jelas Tajri.

Ditambahkan Tajri, untuk pengambilan sampel swab terhadap satu orang warga Taba Tebelet dan satu orang tenaga medis tersebut sudah dilakukan.

Sampel swab tersebut segera kirim ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, untuk dikirim ke laboratorium Palembang.

“Kalau pengambilan sampel sudah dilakukan hari ini (kemarin red), besok (hari ini red) sampel tersebut langsung kita kirim ke Dinkes Povinsi. Sekarang tenaga medis yang reaktif hasil rapid test ini harus menjalani masa karantina di rumah menjelang hasil swab keluar,” tutup Tajri. (320)