Perang Bintang 2019 Rebut Kursi Empuk DPRD Provinsi

RIO-KURSI KOSONG-DEWAN MALAS NGANTOR AKHIR MASA JABATAN USAI PILEG (1)
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Perang bintang bakal terjadi pada pemilihaan umum legislatif (Pilleg) tahun 2019. Para bakal calon legislatif (Bacaleg) berlatar belakang tokoh politik, mantan birokrat, pengusaha dan mantan kepala daerah kembali turun gunung untuk memperebutkan kursi empuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu. (lihat Grafis).

Dengan menurunkan bintang-bintangnya untuk pilleg 2019, masing-masing parpol juga menargetkan perolehan kursi yang tidak sedikit. Terutama partai besar, seperti Partai Golongan Karya (Golkar) menargetkan meraup 10 kursi dari 45 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu.



“Target kita 10 kursi dapat kita kuasi,” tegas Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (12/7).

Dia mengatakan, setiap dapil ada keterwakilan untuk maju menjadi bacaleg DPRD Provinsi. Sehingga target 10 kursi mampu didapatkan pada pemilu tahun mendatang. Potensi 10 kursi itu tentu dengan berbagai strategi. Terutama roda partai akan menggenjot suara di 3 dapil yang masih tergabung di dua kabupaten. Seperti dapil Rejang Lebong-Lebong, dapil Bengkulu Utara-Bengkulu Tengah dan dapil Bengkulu Selatan-Kaur. “Minimal di 3 dapil ini, masing-masing kita dapat 2 kursi,” tegasnya.

Diterangkannya, dalam pembukaan pendaftaran bacaleg, Golkar bahkan tidak membuka untuk umum. Namun dikhususkan untuk kader Golkar mendaftar menjadi bacaleg. Sebab, kader-kader yang akan bertarung telah disiapkan dan ditempa untuk bertarung perebutan kursi empuk di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota. “Karena memang banyak sekali tokoh-tokoh gabung di Partai Golkar. Mudah-mudahan target 10 kursi bisa kita raih,” tambah Rohidin.

Senada dengan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bengkulu, Herliado SAg bahwa bacaleg dari PKB yang ingin maju ke DPRD Provinsi juga sudah banyak.  Setiap dapil sudah dipenuhi bacaleg untuk di daftarkan ke Komisi Pemilihaan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu. Hanya saja, satu dapil yaitu dapil Kabupaten Seluma, PKB tidak mengutus perwakilan bacalegnya. Sebab, PKB masih kekurangan bacaleg pada dapil tersebut.

“Di dapil Seluma kita tidak ada bacaleg. Karena memang kader kita tidak mau maju. Tapi di dapil lain, kita sudah cukup bahkan sudah berlebih,” ujar Herliado.

Target untuk mendapatkan kursi di DPRD Provinsi, juga cukup banyak yaitu 7 kursi. Menurutnya, target itu akan mudah didapatkan. Sebab, banyak para tokoh dan kader-keder berkualitas maju menjadi bacaleg. Basisnya suaranya, ada di setiap dapil. “Target 7 kursi itu mudah-mudahan bisa kita dapat,” ungkapnya.

Partainya, menurut Herliado akan mendaftarkan diri ke KPU pada tanggal 17 Juli nantinya, atau tepat pada hari terakhir penutupan pendaftaran bacaleg di KPU Provinsi. Di hari terakhir itu menurutnya, menjadi hari yang pas untuk mendaftarkan diri. “Tanggal 17 nanti kita daftar. Yang jelas kalau kita daftar, itu sudah siap semua dan Insyallah tidak ada perbaikan,” terang Herliado yang juga maju ke DPR RI.

Begitupun dengan Partai Amanat Nasional (PAN), juga sudah terlalu banyak kader yang siap bertarung di pesta demokrasi pemilu serentak tahun depan. Ketua Bidang Pembinaan dan Organisasi Keanggotaan (POK) DPW PAN Provinsi Bengkulu, Dempo Xler SIp MAp mengatakan, bacaleg dari kader-kader PAN cukup beragam. Mulai dari para aktifis, pedagang, birokrakrat hingga mantan kepala desa (kades).  “Dari semua profesi ada. Tentu harapannya sesuai apa yang diharapkan masyarakat,” papar Dempo.

Saat ini, semua berkas bacaleg yang akan didaftarkan ke KPU Provinsi sudah siap. Tinggal lagi, PAN akan mengatur waktu yang tepat untuk melakukan pendaftaran. “Semua sudah siap, tinggal kita daftarkan,” terang Dempo yang maju ke DPRD Provinsi dari Dapil Kota Bengkulu.

Perang bintang di kursi empuk calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Bengkulu memutuhkan srategi jitu dalam mendongkrak suara pada pemilihan umum legislatif (Pilleg) 2019 mendatang.  Pengamat Politik Universitas Bengkulu (UNIB), Drs Mirza Yasben mengatakan, strategi jitu untuk penting. Mengingat banyak para bintang, mulai dari pengusaha, tokoh masyatakat hingga tokoh parpol yang maju dalam pileg nantinya. Sehingga persaingan sangat berat.  “Strategi harus matang. Jika tidak tentu suara juga akan sulit didapat,” ungkap Mirza kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (12/7).

Strategi yang dilakukan, tentu bukan dengan upaya menghambur-hamburkan uang atau money politik. Sebab, masyatakat Bengkulu sudah mulai dewasa dengan politik. Hal ini dibuktikan dengan pengalaman Pemilihaan Walikota (pilwakot) lalu, tidak ada uang yang harus dihambur-hamburkan dengan masyarakat. “Masyarakat sudah dewasa, tinggal lagi yang menentukan itu soal figur caleg itu sendiri,” tambahnya.

Masyarakat, lanjut Mirza akan mempertimbangkan untuk memilih bagi caleg yang memang sebelumnya telah banyak melakukan hal sosial. Figur caleg sudah luas dikenal oleh masyarakat. Tinggal lagi kinerjanya. Masyarakat juga tidak akan memilih caleg yang ujuk-ujuk mencalonkan diri. Tanpa diketahui latar belakang apa yang pernah dilakukan untuk masyarakat. Karana caleg-caleg seperti ini nanti, ujung-ujungnya hanya akan meraup keuntungan setelah duduk di kursi empuk legislatif. “Yang merusak moral itu tidak perlu dipilih. Apalagi ujuk-ujuk nyalon minta dipilih. Masyarakat akan berpikir lagi dengan figur-figur seperti ini,” terang Mirza.

Biasanya, lanjut Mirza, caleg yang akan maju di kursi legislatif itu sudah mempersiapkan diri sejak awal. Baik itu dalam kepedulian kepada masyarakat, maupun aksi nyata yang memberikan efek baik kepada masyarakat. Kepedulian itu akan menimbulkan penilaian posisif untuk dipilih oleh masyarakat. “Kepedulian kepada masyarakat itu, yang menjadi kunci sejak awal,” ungkapnya.

Untuk mesin partai dalam meraup suara, menurut Mirza hal itu tidak perlu diharapkan oleh caleg. Karena kontribusi partai kepada masyarakat juga saat ini belum bisa dirasakan oleh masyarakat. Tinggal lagi figur caleg itu yang akan menentukan, dipilih atau tidak oleh masyarakat. “Mesin partai itu tidak perlu diharapkan. Kuncinya ada di figur, ketika figurnya bagus, maka suara akan didapatkan,” pungkas Mirza.

Sementara itu, anggota Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto SP MSi menjelaskan, setiap parpol perserta pemilu, bacaleg yang akan didaftarkan harus 100 persen dari kursi setiap dapil yang ada. Seperti dapil 1 di Kota Bengkulu dengan 8 kursi, maka setiap parpol harus mengutus minimal 8 baceleg yang akan maju. “Kursi di setiap dapil harus dipenuhi oleh setiap parpol,” jelas Eko.

Termasuk syarat keterwakilan bacaleg perempuan juga harus dipenuhi. Dari total kursi disetiap dapil, maka 30 persennya harus dari keterwakilan perempuan. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka KPU akan mempertimbangkan pendaftarakan yang dilakukan oleh parpol. “Keterwakilan 30 persen dari perempuan itu harus ada,” tambahnya.

Disamping itu, Eko juga menjelaskan, pendaftaran telah dibuka tanggal 4 Juli lalu dan akan ditutup pada 17 Juli mendatang. Hingga saat ini belum ada satupun parpol yang mendaftarkan bacelagnya. Meski demikian, KPU Provinsi masih akan tetap menunggu sampai 17 Juli nanti. “Sampai sekarang belum ada yang daftar. Kita masih tunggu,” imbuh Eko.(151)

1