Perampokan Uang BPBD Libatkan Orang Dalam

BENGKULU, BE – Raibnya uang sebanyak Rp 40,3 juta berikut brankas milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Senin lalu (22/10), masih terus diusut. Penyidik Polres Bengkulu menyakini pelaku yang diduga berjumlah 4 orang itu melibatkan orang dalam instansi tersebut.

“Kita yakin itu (ada orang dalam). Sejumlah sidik jari telah berhasil dihimpun. Sejumlah keterangan yang menguatkan dugaan kita juga telah didapatkan. Namun belum bisa kita publikasikan saat ini,” ujar Kapolres bengkulu AKBP H Joko Suprrayitno SST MK didampingi Kasat Reskrim AKP Imam Wijayanto SIK melalui Kanit Pidum Ipda Eka Chandra SH.

Sejumlah indikasi keterlibatan ini diketahui posisi ruangan yang menyimpan brankas berisi uang. Ditambah lagi pelaku mengetahui persis rutinitas pergantian shift keamanan. Terlihat jelas upaya pembobolan kantor BPBD itu sangat terencana dan matang.

“Siapa yang paling akhir mengujungi kantor itu sebelum brankas hilang juga telah didapatkan.

Tapi kita masih menghimpun petunjuk lain untuk menguatkan dugaan itu,” terangnya.

Pun begitu pihaknya menyayangkan BPBD Provinsi yang menyimpan uang dalam jumlah besar di kantor. Ini memancing aksi pencurian.”Kalau menyimpan uang di kantor mestinya dalam jumlah kecil saja,” ujarnya.

Biaya Rehab Kantor
Sementara itu rencana kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu terpaksa tertunda. Pasalnya uang yang digasak kawanan bandit itu diperuntukan untuk rehab dan pembayaran listrik.

“Rencananya uang tersebut digunakan untuk merehap gedung,” kata Sekretaris BPBD Provinsi Darmin SE MSi ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Darmin juga menjelaskan kalau uang tersebut baru diterima dari Pemerintah Provinsi Bengkulu hari Jum’at, 19 Oktober. Artinya baru 3 hari disimpan dalam brankas.

“Kami akan melaporkan kejadian ini ke gubernur. Apakah uang itu diganti atau tidak kami masih menunggu keputusan gubernur,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan BE pasca pembobolan brankas, aktivitas kantor BPBD Provinsi Bengkulu berjalan seperti biasa. “Kami bekerja sebagai mana biasanya. Kami tidak mencurigai siapapun dan kami serahkan penyelidikannya kepada polisi.” pungkas Darmin. (cw2/333)