Perampok Satroni Toko Baju

Korban dan Pelaku Sempat Duel

Mirwoni Faidil korban perampokan pada Kamis (25/1) dini hari saat terbaring lemah diruang Angrek RSUD Curup.
Mirwoni Faidil korban perampokan pada Kamis (25/1) dini hari saat terbaring lemah diruang Angrek RSUD Curup.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Aksi perampokan kembali terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Kali ini terjadi di Desa Tebat Tenong Luar Kecamatan Bermani Ulu Raya. Aksi perampokan tersebut terjadi pada Kamis (25/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian tersebut korban Mirwoni Faidil (29) alias Oon, pemilik toko baju Raja Obral yang ada di Desa Tebat Tenong Luar mengalami luka berat.

Saat memergoki para pelaku yang hendak mencuri ditokonya, korban terlibat perkelahian dengan salah seorang pelaku hingga korban mengalami 13 luka tusukan dan sabetan benda tajam di beberapa tubuhnya. Saat ditemui di Ruang Anggrek RSUD Curup, korban menceritakan kejadian nahas yang menimpa dirinya bermula saat korban tengah tidur di toko miliknya tersebut. Saat tengah tertidur pulas, ia dikagetkan suara gaduh yang awalnya ia kira ada anjing di bagian depan toko miliknya.

“Awalnya saya kira anjing, makanya saya keluar dengan membawa batu di tangan saja untuk melempar anjing,” cerita korban.

Namun menurut Oon, saat ia membuka pintu, ia tidak melihat ada anjing melainkan ada seseorang yang diatas motor di pinggir jalan. Namun korban tidak curiga, karena jalan tersebut merupakan jalan Lintas Curup-Lebong sehingga ia tidak mengira kalau orang yang dimotor tersebut merupakan salah satu pelaku.

Karena tidak curiga tersebut, korban kembali masuk ke dalam tokonya, saat itu ternyata ada dua pelaku yang sudah bersembunyi dibalik baju-baju yang dijual korban. Saat korban masuk tersebut, salah satu pelaku berusaha mencekik korban, sedangkan satu orang lagi menunggu dipintu.

Saat mendapat serangan tersebut korban berusaha melawan, dengan memukulkan batu yang dipegangnya ke muka salah satu pelaku. Mendapat serangan balasan dari korban, kemudian pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis keris yang dibawanya dan menyerang korban, melihat pelaku menggunakan senjata tajam, korban sempat melawan bahkan sempat berhasil merebut senjata dari pelaku.

“Luka ditangan saya ini karena kami rebutan keris yang digunakan untuk menyerang saya, bahkan saya sempat merebut keris itu,” tambah korban.

Setelah korban kehabisan tenaga dan tak mampu lagi melawan, akhirnya para pelaku meninggalkan korban dengan bersimbah darah.

Menurut pengakuan korban, total pelaku perampokan berjumlah tiga orang, meskipun ketiga pelaku tidak menggunakan penutup wajah namun ia tidak mengenali ketiga pelaku.

Warga yang mendengar keributan langsung keluar dan menuju toko korban, saat melihat korban sudah terkapar bersimbah darah, kemudian korban langsung dibawa ke RSUD Curup untuk mendapat pertolongan medis.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, pada Kamis siang, anggota kepolisian dari Polres Rejang Lebong dan Polsek Bermani Ulu membawa salah seorang pasien RSUD Curup yang sebelumnya mengaku merupakan korban kecelakaan lalulintas.

Hanya saja, polisi mencurigai bahwa pasien yang mengaku korban kecelakaan lalulintas tersebut adalah pelaku perampokan terhadap Oon. Kecurigaan petugas karena saat dimintai keterangan, pasien yang belakangan diketahui berinisial Fi (20) warga Sukarami, Kecamatan Bermani Ulu selalu memberikan keterangan yang berbeda-beda terkait dengan lokasi kecelakaan yang dialaminya pada Kamis dini hari atau tak berselang lama setelah korban perampokan masuk ke RSUD Curup.

Selain itu, dari luka yang dialami Fi ini, tidak mengindikasikan korban kecelakaan lalulintas, karena luka yang dialaminya Fikri (20) warga Sukarami, Kecamatan Bermani Ulu. Fi sendiri dibawa ke Mapolsek Bermani Ulu Raya menggunakan mobil petugas dengan posisi tangan diborgol saat masuk ke dalam mobil.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK melalui Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Apion Sori saat dikonfirmasi melalui Handphone miliknya membenarkan telah terjadi tidak pidana pencurian dengan kekerasan di Desa Tebat Tenong Luar pada Kamis dini hari.

“Awalnya kejadian ini hanya pencurian biasa saja, namun karena korban melawan sehingga terjadi tindak kekerasan,” terang Iptu Apion.

Hingga Kamis sore, Apion mengaku pihaknya masih mengejar para pelaku dalam kasus tersebut. Terkait dengan salah satu pasien RSUD Curup yang dibawa ke Mapolsek Bermani Ulu, Apion membenarkan, hanya saja menurutnya belum ditetapkan sebagai tersangka, namun masih sebatas indikasi pelaku perampokan tersebut.

“Hingga saat ini belum ada tersangka yang kita tetapkan, baru hanya ada indikasi dan saat ini masih kita dalami kasus ini termasuk terhadap salah seorang yang kita bawa dari RSUD Curup,” demikian Iptu Apion. (251)