Peralatan Tempur TNI Tiba di Bitung, Ada Apa?

224103_563838_PPRC_TNI___KoarmatimBITUNG – Setelah menempuh perjalanan selama lima hari berlayar, sejak Komandan Satgaslat Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2015 sekaligus Pangdiv 2/Kostrad Mayjen TNI Ganiv Warsito melepas keberangkatan dari Surabaya, Selasa (10/11), unsur-unsur Satgasla PPRC TNI  tahun 2015, akhirnya tiba di Pelabuhan Umum Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (15/11).

Satgasla PPRC TNI ini terdiri dari KRI Makassar-590, KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Tombak-629.

Kedatangan unsur-unsur Satgasla PPRC TNI tahun 2015 disambut oleh Komandan Lantamal VIII Manado, Laksma TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc. didampingi para Pejabat Lantamal VIII Manado.

Selama sandar di Bitung, unsur-unsur Satgasla PPRC TNI melaksanakan bekal ulang air tawar dan BBM.

Pada kesempatan tersebut, tiga kapal perang dari jajaran Koarmatim tersebut juga melaksanakan openship, yaitu menerima kunjungan dari masyarakat sekitar untuk melihat dari dekat KRI-KRI yang sedang sandar di Dermaga.

Komandan Guspurla Koarmatim Laksma TNI. I.N.G. Ariawan.,SE, M.M, selaku Komandan Satgasla PPRC TNI 2015 yang onboard di KRI Makassar-590, sebagai Kapal Markas, mengatakan bahwa Latihan PPRC TNI tahun 2015 bertujuan untuk melakukan penindakan awal dalam menghancurkan gerakan separatis bersenjata di Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan begitu, akan terwujud Detterance Effect yang bisa menimbulkan efek psikologi terhadap lawan untuk tidak melaksanakan tindakan yang dapat menimbulkan ancaman.

Komandan Satgasla PPRC TNI tahun 2015 juga mengatakan, KRI Makassar-590 membawa kendaraan tempur yang terdiri dari dua Tank BMP 3F, dua Tank LVT-7, satu RM. Grad, tiga Rantis, empat Sea Rider, 32 Sekoci Karet, dan beberepa Rantis dan Ranpur milik Kopaska, Taifib dan Yon Kavaleri Marinir. Selain itu, KRI Makassar-590, kapal jenis LPD (Landing Platform Dock) yang masuk jajaran Satuan Kapal Amfibi Koarmatim juga membawa, satu ambulan dan  dua Helly Bell dari Puspenerbal, lima Rantis Kostrad serta dua Rantis Paskhas TNI AU.

Berdasarkan siaran pers Kadispeanarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, Minggu (15/11), latihan PPRC TNI tahun 2015 yang akan dilaksanakan di Pulau Morotai, Maluku Utara adalah latihan gabungan tiga matra, yaitu TNI AD, TNI AL dan TNI AU, di bawah Panglima TNI dan kendali operasi oleh Pangdiv 2 Kostrad Mayjend TNI Ganiv Warsito selaku Komandan Satgaslat PPRC TNI 2015.

Pada latihan PPRC TNI 2015 TNI AL melibatkan 890 prajurit, delapan kapal perang, enam diantaranya telah mendahului ke daerah operasi untuk melaksanakan operasi penyekatan awal.(fri/jpnn)