Peralatan Dukcapil Rusak

RUSAK: Kabid Pengelolahan Informasi Admistrasi, Januar Apriko saat menunjukkan UPS dan Stavol yang rusak akibat listrik yang mati hidup beberapa hari ini, Selasa (16/1).
RUSAK: Kabid Pengelolahan Informasi Admistrasi, Januar Apriko saat menunjukkan UPS dan Stavol yang rusak akibat listrik yang mati hidup beberapa hari ini, Selasa (16/1).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Upaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kaur, untuk mempercepat pembuatan KTP Elektronik atau e-KTP bagi penduduk wajib e-KTP masih mengalami hambatan, terutama yang berkaitan dengan energi listrik. Karena beberapa bulan belakangan ini listrik sering padam dan juga spaning atau tegangan turun, dan menyebabkan beberapa peralatan elektronik seperti UPS dan Stavol rusak atau jebol. Akibatnya pelayanan e-KTP kepada warga tersendat.

“Ya ini gara-gara spaning, UPS dan stavol yang kita miliki jebol dan tidak bisa dipakai lagi, dan untuk saat ini warga yang sudah melakukan perekaman agak terganggu,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Kaur, Ir. Buyung Wiyadi, M.M, melalui Kabid Pengelolahan Informasi Admistrasi, Januar Apriko, S.Hut, kemarin (16/1).

Dikatakannya, diperkirakan memakan waktu beberapa hari untuk perbaikan UPS dan stavol yang rusak itu.

Menurut Apriko, jebolnya stavol ini karena pemadaman listrik lebih dari tiga kali sehari dan juga kondisi tegangan yang seharusnya 220 Watt tapi hanya 110 Watt. Kondisi itu membuat UPS dan juga server perekam KTP Elektronik di Dinas itu jebol. Akibatnya pihak Dukcapil Kaur terpaksa menghentikan perekaman sementara waktu sambil menunggu peralatan selesai diperbaiki.

“Untuk peralatan yang rusak ini dapat segera diperbaiki. Sehingga pembuatan KTP normal lagi, dan pembuatan KTP tetap kita lakukan, juga untuk mengatasi aliran listrik mati hidup ini kita akan siapkan genset dan tahun ini sudah kita anggarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PLN Bintuhan, Edwardus, membenarkan beberapa minggu ini adanya gangguan jaringan PLN Kaur. Hal karena ada perbaikan jaringan dan juga gangguan ini karena banyak tanam tumbuh milik warga yang tak mau ditebang. Sehingga mengganggu jaringan listrik yang mengakibatkan konslet dan tak stabil.

“Kalau listrik mati hidup ini karena kondisi cuaca dan juga kalau naik turun ini karena memang dari kita ini tengangannya masih kurang. Masalah tegangan ini kita upayakan kedepan bisa teratasi dan tidak menjadi kendala lagi,” jelasnya. (618)