Perajin Kopi Gunakan Pemanggang Canggih

kopi-large
Foto : IST

BINTUHAN,Bengkulu Ekspress – Dalam rangka memperkenalkan kopi khas Kaur, serta meningkatkan minat para perajin kopi untuk mengembangkan usahanya. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Kaur, salah satunya mempasalitasi pengrajin dan pengusaha kopi bubuk menggunakan pasalitas pemerintah yakni pemanggang kopi pondok pusaka. Pasalitas bantuan dari Kementrian Perindutrian dan perdagangan ini boleh digunakan gratis untuk sejumlah perajin kopi yang membawa nama Kabupaten Kaur dalam kemasannnya.



“Kita gratiskan, dan silakan gunakan peralatan yang ada, saa ini sudah ada 10 pengrajin dan pengusaha kopi bubuk yang membakar (Memanggang) kopi di pemanggang pusaka yang canggih ini,” kata Kabid Perindustrian Dinas Koperindag UKM Kaur, Harika SE kemarin, kemarin (30/7).

Dikatakan Harika, pemanggang canggih jauh lebih hemat dan moderen bila di bandingkan dengan menggunakan pemanggang manual yang selama ini diugakan oleh pengrajin kopi dengan cara dibakar menggunakan bara api dan membutuhkan waktu yang lama. Dengan teknologi canggih itu tak lagi dibutuhkan bara api yang terpenting listrik menyala dan waktu pembakaran juga tidka diperlukan waktu yang lama.

“Jadi lebih hemat dan juga lebih evesien, kita mau berikan bantuan kepada pengrajin belum ada alokasi dana sehingga kita geratiskan saja menggunakannya,” imbuhnya.

Dikatakan Harika, meski gratis tentu saja para pengrajin wajib mencantumkan produk produksi dari kabupaten Kaur, bukan hanya itu pengrajin atau pengusaha kopi juga wajib mencantumkan logo Kabupaten Kaur didalam kemasan produknya serta menuliskan pondok pusaka tecknopart sebagai label kecil diluar merek kopi yang merek miliki.  “Ada 10 pengusa dan pengrajin yang sudah menggunakan mesin dari kita untuk pembakaran yakni Kopi Gurita, Kopi nan Juan, Kopi Pusaka, Kopi Komilasi, Kopi Quinoa serta beberapa kelompok lain,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk saat ini mesin dengan kapasitas diatas 20 Kg satu kali tumbuk itu masih aktif dan dipergunakan sejumlah pengrajin di kawasan Pondok Pusaka. Para pengrajin yang ingin membakar kopi cukup bawa biji kopi yangs udah di jemur dan tinggal proses pembakaran kemudian datang ke gudang untuk memulai proses pembakarannya.  “Kita juga menyediakan mesin menggiling yang juga kita sedikaan di gudang serta siap merancang desain kemasan untuk para pengrajin dan pengusaha kopi,” tandasnya.(618)