Peraih Nilai UN SMP Sempurna Tak Bisa Lanjutkan Sekolah

marlin dan kesehariannya 051Menjadi orang pintar, ternyata tidak selamanya beruntung. Seperti yang dialami Marlin Hana Rahik (17) seorang siswi SMP di pedalaman Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Meski mendapat nilai 10 atau sempurna dalam Ujian Nasional (UN) SMP, wanita yang kerap disapa Marlin itu tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMA, karena faktor ekonomi.

Ayah Marlin, Musa Punda Mandang (53), berasal dari keluarga miskin. Selama menempuh pendidikan dari tingkat SD hingga tamat SMP saja, setiap hari Marlin harus senantiasa membantu orangtuanya.

Marlin juga mendapat tugas mengurus adik-adiknya yang masih kecil dan mengambil air di lembah curam yang berjarak hampir satu kilometer dari rumah. Untuk belajar, Marlin memanfaatkan sedikit waktu luang di malam meski hanya diterangi lampu minyak.

Saat ditemui di kediamannya Dusun Matawai Pataku, Desa Katiku Wai, Kecamatan Matawai Lapawu, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (4/6/2013) sore, Marlin yang ditemani ayah dan adik- adiknya terlihat ceria.

Namun keceriaan itu tiba-tiba sirna saat ditanyakan tentang rencana pascalulus UN SMP. Derai air mata Marlin dan Ayahnya langsung tak terbendung.

“Saya sebenarnya mau sekolah lanjut, tapi orangtua tidak mampu mau bagaimana lagi. Kalau bisa, sebenarnya saya punya cita-cita menjadi guru,” kata Marlin dengan suara terisak dan terbata.

Musa pun tidak mampu membendung kesedihannya. Dia mengatakan, kemiskinan membuat dirinya tidak bisa membiayai sekolah anak ke 5 dari 9 bersaudara itu.

“Saya bangga dia dapat nilai sempurna dan lulus UN, tapi saya juga sedih karena tidak punya uang untuk bayar sekolah dan biaya hidupnya sekolah di Kota Waingapu (kota Kabupaten, -red). Tapi saya tetap ikhlas lepas anak saya sekolah jika ada orang yang mau membantu biaya sekolah dan hidupnya,” urai Musa sembari mengusap matanya yang berair.

Tempat tinggal dan sekolah Marlin memang di daerah pedalaman. Untuk akses informasi dan transportasi terus menjadi kendala, namun Marlin justru bisa membanggakan sekolah, orang tua, dan warga desanya dengan nilai sempurnya.