Perahu Diterjang Ombak, 1 Nelayan di Kabupaten Mukomuko Meninggal dan 2 Selamat

BUDI/BE
Masyarakat Ipuh ketika membawa korban ke Puskesmas Ipuh.

IPUH, Bengkulu ekspress.com – Satu unit perahu tempel yang ditumpangi tiga nelayan Ipuh Kabupaten Mukomuko, yakni Herman(40), Aan (39) dan Samir (50) karam yang disebabkan diterjang ombak dan angin kencang. Peristiwa yang terjadi, Selasa (4/8) siang sekitar pukul 11.30 WIB menyebabkan satu nelayan atas nama Herman meninggal dunia. Sedangkan dua nelayan lainnya atas nama Aan dan Samsir selamat. “Satu nelayan ditemukan meninggal dunia dan dua selamat,” ungkap Ketua Forum Kades Kecamatan Ipuh, Ramli.

Menurutnya, Aan dan Samsir selamat setelah mendapatkan pertolongan dari nelayan lainnya yang saat itu berada di lokasi kejadian. Sedangkan Herman, saat kejadian terseret arus berikut dengan perahu. Korban baru dapat ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB, setelah dilakukan pencarian oleh nelayan, Polri, TNI, Camat, dan para relawan. Ketika ditemukan korban sudah tidak bernyawa. Karena pada leher korban terlilit senar pancing yang mengikat di dalam perahu.
“Korban terlilit tali senar. Dugaan kami, itu penyebab korban tidak mampu menyelamatkan diri saat kejadian kapal tenggelam. Korban ditemukan sekitar 1 kilo meter dari bibir pantai atau muara,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, sejak pagi ke tiga nelayan tersebut berangkat melaut untuk mencari ikan. Sekitar pukul 10.00 – 11.00 WIB siang, mereka bermaksud akan pulang. Sebelum tiba di muara Pasar Ipuh, datang ombak besar menghantam kapal yang mereka tumpangi.
“Untuk lokasi kejadian, sekitar 500 meter sebelum muara. Untuk korban yang meninggal dunia, sudah di bawa ke Puskesmas dan akan dibawa keluarganya ke rumah duka di Desa Manunggal Jaya kecamatan Ipuh,” ungkapnya.

Camat Ipuh, Sepradanur mengaku, kondisi cuaca kurang mendukung. Selain ombak besar, juga disertai angin kencang.
“Kami berharap nelayan lebih berhati – hati, karena cuaca tidak mendukung,” singkatnya. (900)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*