Per 1 April Bencoolen Mall Ditutup, Ratusan Karyawan Dirumahkan

FOTO RIFKY/BE – Bencoolen Mall Bengkulu akan Tutup pada tanggal 1 sampai 14 April 2020

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dampak dari penyebaran virus corona membuat pihak manajemen Bencoolen Mall mengambil sikap dengan tutup sementara selama 14 hari. Hal tersebut juga berdasarkan instruksi Walikota Bengkulu Helmi Hasan sebagai langkah pencegahan corona. Tentunya hal tersebut memberi dampak negatif bagi ratusan karyawan yang terancam mendapat PHK.

Chief Operating Officer (COO) Bencoolen Mall, Irwandi Putra yang mengatakan, terhitung tanggal 1-14 April mendatang Bencoolen Mall akan tutup sementara. Dari 1100 karyawannya, sebanyak 800 karyawan bakal dirumahkan.

“Pihak kita mengambil kebijakan tersebut terkait dengan instruksi Walikota untuk tutup sementara. Saya belum memastikan PHK atau tidak, saya upayakan semaksimal mungkin agar tidak ada PHK,” ucap Irwandi Putra, Senin (30/03).

Irwandi menambahkan, memang masih ada karyawan yang tetap bekerja, seperti untuk toko atau tenant yang melayani kebutuhan dasar seperti sembako, alat kesehatan atau apotik dan restoran.

“Per hari ini sampai 1 April nanti ada sekitar 37 tenant (penyewa) yang tutup, baik karena alasan berat untuk meneruskan jual beli, juga karena masa sewa yang telah habis,” jelas Irwandi.

Terkait penggajian khusus bagi karyawan yang masih bekerja, kata Irwandi, diserahkan kepada masing-masing tenant. “Terkait pengajian mereka di serahkan kepada masing-masing tenant,” ujar Irwandi.

Berharap Bantuan Pemerintah

Sementara itu, salah satu karyawan Anita (23) berharap akan ada pertimbangan atau solusi dari pemerintah selama tempat usaha tutup, misalnya pemerintah bisa menyantuni karyawan yang dirumahkan atau solusi lain. Pada setiap perusahaan berbeda-beda dalam menentukan kebijakan.

“Sudah dikasih tau kalu BenMall tutup, tetapi selama dirumahkan hanya diberikan gaji pokok perbulan ini saja, selama 14 hari kedepan perusahaan tidak memberi insentif,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa ini baru sebagian kecil yang ditutup, bila benar Bengkulu diberlakukan lockdown maka tidak terbayang olehnya sebab akan banyak sekali pedagang atau pengusaha yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

“Kalu benar terjadi lockdown di Bengkulu cak mano yang pedagang kecik yang sering jualan tu, lokak mati dak makan dibuatnyo. Sedangkan pemerintah dak ngasih solusi cuman bisa nutup usaha ajo,” tutupnya.

Namun ia mengatakan untuk gaji para karyawan sudah diberikan akhir Maret ini. Dampak negatif dari kejadian ini selain dialami oleh karyawan dan pihak Bencoolen Mall, juga dialami oleh masyarakat yang memiliki lapak berjualan di dalam mall yang diakui Irwandi pihaknya tak bisa apa-apa atau bisa berbuat banyak. (Imn/cw1)