Penyuluh Bahasa di Luar Ruang

1. Endang/Bengkulu Ekspress
Asisten I Pemda kota Bengkulu Ir Fachriza Razie MM, saat membuka dan berfoto bersama peserta penyuluhan bahasa media luar ruang di Hotel Madelin 2, kemarin (13/9).

BENGKULU,Bengkulu Ekspress– Penggunaan bahasa Indonesia media luar ruang di Kota Bengkulu, masih rendah. Terkait hal itu, Kantor Bahasa Bengkulu menyelenggarakan penyuluhan penggunaan bahasa media luar ruang di Madelin 2, Kota Bengkulu, kemarin (13/9).

Kegiatan yang dibuka asisten I Pemerintah Kota Bengkulu Ir Fachriza Razie MM ini, mengapresiasi Kepala Kantor Bahasa Bengkulu Karyono SPd MHum, yang selalu mengingatkan agar mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dari utusan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bengkulu.



“Penempatan kata bahasa harus bijak. Dalam penyuluhan ini peserta dapat diajarkan bagaimana peran instansi dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama,” kata Fachriza Razie dalam sambutannya.

Tak ditampik Fachriza, masih banyak dinas, instansi dan lembaga di Kota Bengkulu, belum mengutamakan bahasa Indonesia. Disamping itu, masih banyak kesalahan pula dalam penggunaan bahasa asing. Maka dari itu, penyuluhan ini dinilai sangat tepat untuk memberikan wawasan pada masing-masing pegawai instansi.

Fachriza Razie meminta para peserta penyuluhaan media diluar ruang dapat mengikuti kegiatan itu dengan serius. Hasil penyuluhan dapat disosialisasikan pada rekan lainnya. “Jangan sampai acara belum selesai, peserta sudah menghilang,” sindir Fachriza.

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu Karyono SPd MHum menuturkan, Kantor Bahasa Bengkulu, telah melakukan pengawasan penggunaan bahasa media luar ruang, baik di dinas, instansi, lembaga baik negeri maupun swasta. Sedikitnya ada 40 lembaga instansi dan sepuluh diantaranya dikirim ke pusat untuk dilakukan pengskoran nilai. Alhasil masih banyak dinas/instansi yang tidak memenuhi aturan perundang-undangan dalam penggunaan bahasa.

Dicontohkan penggunakan kata Sport Center dan Smart City, kata yang menggunakan serapan asing ini diyakini kurang dipahami masyarakat Bengkulu. Karena banyak orang tua tidak tahu dengan bahasa asing.Penulisan serapan asing bisa saja dipajang namun tetap mengutamakan bahasa Indonesia, misal pusat olahraga (sport center) atau kota pintar (smart city).

“Kami berharap partisipasi lembaga swasta dan pemerintah melalui penyuluhan ini nantinya bisa menggunakan bahasa yang baik dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing,” imbuh Karyono.

Karyono mengajak masyarakat Bengkulu, untuk maju bersama dengan mengutamakan bahasa Indonesia. Supaya Bengkulu tidak ketinggalan tetap melestarikan bahasa daerahnya serta menguasai bahasa asing.

Ketua Panitia Pelaksana Halim Hadibrata menuturkan, penyuluhan ini mensosialisasikan undang-undangu kebahasaan dan hasil pengawasan penggunaan bahasa, dan meningkatkan kompetensi pejabat pemerintah. Dengan diberikan pengetahuan kebahasaan. (247)