Penyebaran Covid-19 di Seluma Terus Meluas

TAIS, bengkuluekspress.com – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Seluma, terus bertambah dengan pesat. Setelah sebelumnya klaster dari tenaga kesehatan, namun belakangan penyebaran Covid-19 ini diduga kuat pasien tertular dari klaster baru. Pasalnya, satu orang pasien pria Covid-19 di Kabupaten Seluma berusia 41 tahun, warga Kecamatan Sukaraja, meninggal dunia Jum’at lalu. Jenazah almarhum langsung dimakamkan petugas dari Dinkes Seluma, dengan menerapkan standar operasional pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“Kita belum mengetahui pasti Alm tertular dari mana. Namun akan kita tracking terhadap kontak erat almarhum. Dugaan kuat kita, ini klaster terbaru dan perlu diwaspadai,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Seluma, Ahmad Tavip SIP, kepada wartawan.

Dibeberkan, jika almarhum, informasinya memang sudah tiga kali berobat ke rumah sakit, dan rencananya besok akan dilakukan tracking ke sana (desa), agar bisa diketahui penularannya kemana saja. Saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Seluma yang meninggal dunia telah berjumlah dua orang. Sebelumnya tenaga kesehatan Puskesmas di Kecamatan Semidang Alas Maras meninggal dunia, usai dirawat di RS M. Yunus Bengkulu pada Juli lalu.

“Klaster tenaga kesehatan merupakan hal yang berat bagi. Setelah melakukan tracking di Semidang Alas Maras, kami sempat mengalami kelelahan, stress, hingga akhirnya kami lockdown (isolasi) sendiri,” jelasnya.

Ditambahkan Tavif, ia merasa bersyukur belum ada petugas pengecekan kesehatan di Dinkes Seluma yang dinyatakan positif. Rapid test hingga uji swab sudah dilakukan terhadap petugas, bahkan lebih dari sekali.

“Saya sendiri sudah pernah di Swab, dan Alhamdullilah hasilnya negatif,” jelasnya.

Petugas terus memperkuat imun diri, dengan mengonsumsi multivitamin dan menghindari stress. Multivitamin telah disediakan pemerintah daerah, maupun milik pribadi.

“Multivitamin disiapkan oleh gugus tugas. Setiap petugas kesehatan maupun pasien, biasanya kami beri vitamin C, di rumah diberi multivitamin ada C dan D, kalau ada keluhan seperti demam atau sesak, batuk, nyeri sendi, langsung kami jemput,” jelasnya.

Rencananya pada Senin (14/9) besok, Dinkes akan menurunkan kembali petugasnya, di salah satu desa di Kecamatan Sukaraja. Petugas akan melakukan tracking untuk mengetahui adanya penularan dari satu pasien yang telah meninggal dunia. (jef)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*