Penyandang Disabilitas Dilatih Baca Tulis Braille

koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Rejang Lebong, Junaidi
koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Rejang Lebong, Junaidi

CURUP, Bengkulu Ekspress – Guna meningkatkan kemampuan para penyandang disabilitas khususnya penyandang tuna netra. Pemerintah pusat memberikan pelatihan baca tulis Huruf Braille kepada para penyandang tuna netra.

“Tahun ini ada dua penyandang disabilitas kita yang mendapat pelatihan baca tulis huruf braille,” terang koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Rejang Lebong, Junaidi saat dikonfirmasi Kamis (3/5) kemarin.

Dijelaskan Junaidi, kedua penyandang disabilitas yang mendapat bantuan pelatihan baca tulis huruf Braille tersebut adalah Nopitasari (23) dari Desa Pagar Gunung Kecamatan Bermani Ulu dan Abadi (37) tahun warga Kelurahan Kota Padang Kecamatan Kota Padang.

“Sebenarnya kuota Rejang Lebong untuk mendapat pelatihan ini sebanyak 3 orang, namun satu orang gagal berangkat,” papar Junaidi.

Pelatihan baca tulis huruf braille sendiri, menurut Junaidi merupakan pertama kali yang dilakukan oleh pemerintah kepada para penyandang disabilitas khususnya di Kabupaten Rejang Lebong. Pelatihan sendiri akan dilaksanakan selama 4 hari yaitu terhitung dari Rabu (2/4) kemarin hingga Sabtu (5/4) besok. Dalam pelatihan ini, kedua penyandang disabilitas dari Kabupaten Rejang Lebong tersebut juga dilatih untuk hidup mandiri, sehingga dalam mengikuti pelatihan mereka hanya sendiri, tanpa didampingi orang tua atau keluarga mereka.

“Selama pelatihan mereka tidak boleh didampingi pihak keluarga atau dari kita TKSK, karena sudah ada pendampingnya sendiri dari pusat, kita hanya bertugas mengantar jemput saja,” terang Junaidi.

Junaidi berharap pelatihan-pelatihan bagi para penyandang disabilitas di Kabupaten Rejang Lebong memang sangat mereka harapkan agar bisa melatih kemandirian para penyandang disabilitas. Karena menurut Junaidi saat ini di Kabupaten Rejang Lebong tak kurang dari 1000 orang yang menyandang disabilitas, 200 diantaranya adalah tuna netra.

Selain pelatihan baca tulis braille, beberapa waktu lalu Kabupaten Rejang Lebong juga mengirim satu orang penyandang disabilitas yaitu tuna daksa mengikuti pelatihan menjahit selama 9 bulan di Pulau Jawa. Pelatihan kemampuan untuk para penyandang disabilitas ini, menurut Junaidi merupakan yang pertama kalinya, karena sebelumnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah hanya berupa alat bantu saja seperti alat bantu pendengaran dan kursi roda.

“Kita berharap kedepannya pelatihan-pelatihan seperti ini semakin banyak dilakukan, sehingga para penyandang disabilitas di Kabupaten Rejang Lebong ini bisa lebih mandiri lagi,” harap Junaidi.(251)