Penyaluran BSM Terhambat

LEBONG, BE – Penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) pada tahun 2015 untuk
tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tingkat
Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Lebong, sepertinya akan
sedikit terhambat. Lantaran adanya perubahan aturan dari Kementrian
Pendidikan Kebudayaan. Maka dari itu jumlah penerima usulan BSM untuk
tingkat daerah, belum dapat diketahui berapa jumlah siswa yang berhak
mendapatkan bantuan tersebut.
“Terkait masalah penerimaan batuan BSM dari pusat, saat ini kita belum
mengetahui berapa jumlah yang akan direalisasikan,” jelas Kepala Dinas
Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga (Diknaspora) Lebong H M Taufik
Andary Mpd melalui Kabid Diknas Zoni Harpen MPd.
Hanya saja, saat ini yang telah diusulkan oleh Diknaspora Lebong sebanyak
2.231 siswa untuk tingkat SMP. Dengan rincian 1.334 siswa pemegang Kartu
Perlindungan Sosial (KPS) dan 897 untuk siswa yang tidak memiliki KPS.
Untuk besaran penerima BSM pada tingkat SMP yaitu sebesar Rp 375 ribu per
semesternya.
“Dengan jumlah tersebut, kita juga belum tahu berapa yang akan mendapatkan
bantuan BSM. Termasuk juga untuk tingkat SD dan SMA, kita belum mendapatkan
petunjuk dari pusat,” tambahnya.
Selanjutnya, untuk saat ini, penerima BSM memang lebih banyak
diprioritaskan kepada pemegang KPS. Namun, Diknaspora juga kan
mengupayakan bagi siswa yang benar-benar miskin tapi tak memiliki KPS, agar
dapat penerima BSM tersebut, sehingga bantuan tersebut dapat membantu
sarana kebutuhan siswa disekolah.
“Kita berharap kepada semua sekolah yang ada di Kabupaten Lebong, untuk
dapat bersabar menunggu penerimaan BSM ini. Mudah-mudahan semua dapat
berjalan sesuai apa yang kita harapkan,” tutup Zoni. (Cw2)