Penyaluran BPNT Melalui E-Warong

Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, memastikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Provinsi Bengkulu, pada 2019 ini melalui e-warong. Dengan begitu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Provinsi Bengkulu, lebih mudah menerima bantuan karena cukup menggunakan kartu mereka dapat mendapatkan bantuan pangan berupa beras, tepung, telur dan lainnya di warung terdekat yang telah terdaftar.

Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu Dr H Iskandar ZO SH MSi mengaku, jika sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk beras sejahtera (rastra), pada 2019 ini skema pemberian bantuan diubah yaitu melalui e-warong. Bahkan Dinsos terus mengupayakan agar seluruh kabupaten di Bengkulu bisa memanfaatkan hal ini.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat penerima manfaat tentang mekanisme penggunaan e-warong,” kata Iskandar, kemarin (16/6).

Ia mengatakan, penyaluran e-warong dilakukan BRI sebagai bank penyalur bantuan keluarga kurang mampu. Pemerintah kabupaten, juga telah mempersiapkan badan usaha milik desa (BUMDes) yang dibiayai anggaran Dana Desa guna menyiapkan kebutuhan penukaran kartu e-warong.  “Pemerintah kabupaten mengupayakan agar penukaran kartu e-warong bisa dilakukan di BUMDes,” tutur Iskandar.

Ia menambahkan, jumlah penerima manfaat atas program BPNT yang juga penerima manfaat e-warong di Provinsi Bengkulu terdiri Kota Bengkulu sebanyak 16.629 KPM, Kabupaten Bengkulu Tengah 6.320 KPM, Kepahiang 9.599 KPM, Kabupaten Bengkulu Selatan 11.896 KPM, Rejang Lebong 19.805 KPM, dan Bengkulu Utara 20.106 KPM, Kaur 9.249 KPM, Seluma 16.366 KPM, Mukomuko 8.438 KPM, dan Lebong 6.688 KPM.

“Keluarga penerima manfaat mulai Juli mendatang sudah bisa memanfaatkan e-warong yang tersebar disetiap kecamatan di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Bengkulu, Rifat Pasha mengatakan, dengan penyaluran BPNT melalui e-warong, KPM juga akan mendapatkan fasilitas untuk menabung. Karena Kartu bansos non tunai yang digunakan KPM juga memiliki nomor rekening.  “Masyarakat diharapkan untuk tidak menghabiskan uangnya di kartu tersebut, tetapi dapat juga ditabung,” kata Rifat.

Ia berharap, dengan KPM mendapatkan kartu bansos non tunai diharapkan transaksi non tunai di Bengkulu bisa meningkat. Sehingga keinginan pemerintah dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai di Bengkulu bisa berjalan dengan baik.  “Kegiatan ini sekaligus meliterasi masyarakat tentang mudahnya menggunakan transaksi non tunai, kita harapkan bisa meningkat,” tutupnya.(999)