Penyaluran Beras Sejahtera Terkendala

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 20.106 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bengkulu Utara belum menerima Bantuan Sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra). Hal ini dikarenakan Kabupaten Bengkulu Utara belum menerima sinkronisasi data warga yang layak penerima bansos rastra.

Karena itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Bengkulu belum bisa menyalurkan bansos rastra sebanyak 201,06 ton ke warga Kabupaten Bengkulu Utara  tersebut.

“Ada masalah dengan data KPM, jadi belum bisa kita salurkan,” terang Kepala Bulog Divre Bengkulu, Dedi Sabetra kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (25/1).

Ditegasnya, ketika data yang diberikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkulu Utara belum sinkron, maka penyaluran masih akan ditunda.

Bulog memastikan, dalam waktu dekat ini sinkronisasi data tersebut diselesaikan, sehingga bansos rastra itu segera disalurkan kepada warga kurang mampu di kabupaten tersebut.

“Dinsos kabupaten sudah siap, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita selurkan,” tambahnya.

Sedangkan untuk 9 kabupaten/kota lainnya sudah mulai disalurkan. Ditargetkan pada akhir bulan ini penyaluran sudah bisa 100 persen dilakukan. Masing-masing kabupaten menerima sesuai dengan KPM. Seperti di Bengkulu Selatan 11.896 PKM menerima 118,96 ton beras, Rejang Lebong 19.805 KPM menerima 198,05 ton beras, Kepahiang 9.599 PKM menerima 95,99 ton beras, Bengkulu Tengah 6.320 PKM menerima 63,20 ton beras, Mukomuko 8.438 PKM menerima 84,38 ton beras, Kota Bengkulu 16.629 PKM sebanyak 166,29 ton beras, Kaur 9.249 PKM menerima 92,49 ton beras, Lebong 6.688 PKM menerima 66,88 ton beras, Seluma 16.366 PKM menerima 163,66 ton beras dan untuk Bengkulu Utara sebanyak 20.106 PKM menerima 201,06 ton beras.

“Akhir bulan ini kita terget selesai semua,” tutur Dedi.

Sementara itu, terkait penolakan 12 RT di Kelurahaan Padang Serai Kota Bengkulu, kemarin (25/1), sudah mulai didistribusikan oleh Bulog Bengkulu. Pendistribusian itu lantaran warga sudah mau menerima beras gratis yang dibagikan oleh pemerintah tersebut.

Menurut Dedi, sistem pembagian itu nantinya tinggal teknis dari masing-masing RT. Namun yang jelas, Bulog hanya bisa mendistribusikan sebanyak 4,29 ton beras untuk 429 warga. Masing-masing warga akan menerima 10 kilogram beras untuk jatah satu bulannya.

“Alhamdulilah, warga yang di Padang Serai sudah mau menerima. Tinggal nanti pembagiaanya itu dari pihak RT. Tugas kita hanya mendisribusikan sampai ketingkat kelurahaan,” paparnya.

Menurut Dedi, beras yang diberikan itu memang sudah masuk dalam standar pemberian Bolog. Sebab, beras tersebut merupakan beras lokal Bengkulu. Bulog bisa saja menggunakan beras dengan bentuk lebih bagus yaitu beras impor, namun kualitas berasnya tidak lebih baik dari beras lokal.

Untuk itu Bulog tetap mempertahankan untuk mendistribusikan beras lokal untuk masyarakat Bengkulu.

“Kita sudah bandingkan dengan sama-sama. Beras yang impor itu bentuknya memang bagus tapi kualitas gizinya tidak lebih baik dari beras lokal. Itu kenapa kita tetap gunakan beras lokal. Karena memang beras lokal ini lah yang terbaik dan masyarakat sudah menikmati sendiri,” jelas Dedi.

Nemun demikian, ketika ada benar-benar beras jelek yang didisribusikan Bulog, maka Bulog siap untuk menggantinya. Cadangan untuk penganti ada sebanyak 6 ribu ton. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika kekurangan beras di gudang Bulog.

“Sebelum didistribusikan, beras itu sudah dicek dengan Satgas Pangan. Jadi kita jamin, beras kita bagus semua. Kalau ada yang tidak bagus kita siap ganti. Laporan kita terima 2×24 jam,” tandasnya. (151)