Penutupan RSUD Tais Harus Dikaji Ulang

RSUD Tais-Seluma

TAIS, bengkuluekspress.com – Penutupan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais diminta untuk dikaji ulang. Hal itu karena rumah sakit merupakan objek vital pelayanan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ketua DPRD Seluma Nofi Eriyan Andesca SSos meminta agar bupati meninjau ulang penutupan pelayanan tersebut. Menurutnya, tidak seharusnya pelayanan rumah sakit ditutup. Karena sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Tidak harus ditutup semuanya. Misalnya IGD dan ruang rawat inap. Dikaji dulu, karena sangat penting bagi masyarakat banyak,” tegasnya.

Menurutnya, menghadapi pademi Covid 19 di Kabupaten Seluma yang kasusnya semakin meningkat. Sehingga, diharapkan bupati agar segera mengambil langkah membeli alat swab PCR. Tujuannya agar tidak memakan waktu untuk proses pengecekan sampel swab Nakes maupun masyarakat Seluma.

“Kita harapkan ke bupati untuk membeli alat swab PCR itu agar tidak memakan waktu untuk proses pengecekan Swab. Agar lebih maksimal dalam penanganan Covid-19,” tegas Nofi.

Sementara itu, hingga kemarin pelayanan umum di RSUD Tais masih ditutup. Pihak rumah sakit masih fokus pada penanganan Nakes yang saat ini masih menjalani isolasi di ruang isolasi RSUD Tais. Sebanyak 7 Nakes saat ini menjalani insolasi di RSUD Tais. Satu Nakes lagi masih menjalani isolasi di rumah pribadi di Kota Bengkulu.

Direktur RSUD Tais dr Wiwin Herwini mengatakan bahwa Nakes yang saat ini masih menjalani insolasi semuanya masih tidak ada keluhan. Namun, mereka tetap dilakukan pemantauan.

“Mereka baik-baik saja. Belum ada keluhan. Namun, tetap kita pantau,” tandas Wiwin. (jef)