Penumpang Pesawat Melonjak Drastis

BENGKULU, BE – Meski liburan Natal dan Tahun Baru telah usai,  jumlah penumpang pesawat di Bandar Udara (Bandara) Fatmawati Soekarno masih cukup padat. Jumlah kepadatan  didominasi rute Bengkulu-Jakarta dengan kenaikan mencapai 40 persen dari penerbangan normal. “Kepadatan ini terjadi seiring ramainya arus balik liburan. Di hari normal jumlah kursi pesawat terisi 80 persen. Tapi saat ini kursi terisi penuh,” papar Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Syamsul Bandri SE saat dihubungi wartawan koran ini.

Selain karena berakhirnya liburan akhir tahun, kepadatan penumpang ini juga bersamaan dengan menjelang berakhirnya liburan sekolah. Pun demikian, ditengah kepadatan ini, pihak maskapai penerbangan tidak menambahkan jadwal penerbangan. Hal ini dikarenakan belum adanya penambahan jumlah unit pesawat yang disediakan oleh 3 maskapai yang ada saat ini. “Jadwal penerbangan masih seperti biasa. Dalam sehari ada 7 jadwal penerbangan Bengkulu ke Jakarta dan sebaliknya. Lion Air tiga kali, Batavia dua kali dan Sriwijaya Air dua kali dengan kapasitas tempat duduk 200 orang,” bebernya.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (Asita), Gusnan Mulyadi SE menyatakan, terjadinya lonjakan itu mengakibatkan melambungnya harga tiket. Kenaikan ini dapat terjadi karena tingginya permintaan sementara jadwal penerbangan tetap seperti biasanya. Kenaikan hampir terjadi dua kali lipat dari biasanya. Khususnya pada rute Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya. Harga tiket saat ini mencapai Rp 1,12 juta.

Ia mengingatkan kepada penumpang agar tidak membayar lebih dari harga tersebut. Sebab, menurutnya, itu merupakan patokan tertinggi harga tiket penerbangan di Bengkulu-Jakarta. “Mereka yang membayar lebih dari itu bisa melaporkannya ke petugas bandara agar maskapai yang bersangkutan diberikan teguran,” katanya. (cw1)