Penumpang Lion Terlantar

SELEBAR, BE – Untuk kesekian kalinya, maskapai penerbangan milik Lion Air mengecewakan penumpang. Bagaimana tidak, jadwal yang sudah ditetapkan terbang menuju Jakarta pada pukul 14.15, justru molor. Hingga akhirnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0635 tujuan Bengkulu-Jakarta, baru diberangkatkan pukul 17.30 WIB.Atas keterlambatan tersebut, ratusan penumpang menuju ibukota terlantar. Hal ini banyak dikeluhkan oleh para penumpang. Bahkan para penumpang yang hanya transit di Jakarta, cukup mencemaskan kondisi tersebut. Karena khawatir tidak bisa conect dengan penerbnagna berikutnya.Diungkapkan salah seorang penumpang Lion Air jurusan Bengkulu-Semaarang, M Solkhan, ia sangat mengecewakan menejemen maaskapai tersebut. Terlebih informasi mundur sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Awalnya pesawat dijadwalkan berangkat ppada pukul 14.45, namun berubah menjadi pukul 15.15. Kemudian setelah penumpang chek-in, pihak maskapai menginformasikan delay, dan pesawat baru mendarat pada pukul 15.30. Keributan mulutpun tidak bisa dihindarkan lagi, antara crew lion air, dan penumpang.”Setelah kami datang untuk chek-in lagi, pihak maskapai justru menghubungi pesawat baru mendarat pada pukul 16.30. Sedangkan kami dari Jakarta menuju Semarang, pesawat berangkat pada pukul 16.10. Kalau seperti ini, apa kita tidak dirugikan?” ungkapnya.Pesawat memang baru mendara pada pukul 16.30, dan akhirnya bernagkat pada puku 17.30. Sedangkan penumpang transit sangat mencemaskan kondisi ini, jika nanti justru rute lanjutan berangkat sesuai jadwal. Bahkan para penumpang sendiri, mengaku banyak tidak mendapatkan makan siang sebagai kompensasi atas keterlambatan tersebut.Sementara itu, crew Lion Air Bengkulu, Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi mengakui jika ada keterlambatan penerbangan. Namun ia menjammin jika penumpang yang melakukan penerbangan transit, jika masih menggunakan Lion Air akan menjadi tanggung jawab maskapai.”Pesawat dari Jakarta sebenarnya sudah mu berangkat dari Jakarta sesuai jadwal. Namun karena ada kerusakan mesin, maka terpaksa harus diundur dan menunggu pesawt yang siap untuk berangkat menuju Bengkulu,” jelasnya. (160)