Penumpang Bus Naik Drastis

REWA/Bengkulu EkspressKepala Dishub Provinsi Bengkulu, Drs Darpinuddin didampingi Kasudit Kamsel Polda Bengkulu, AKBP Deddy Nata SIK dan Kepala Jasa Raharja Bengkulu, Abdul Haris saat memantau pengecekan kelaikan bus di PO Putra Rafflesia, kemarin (22/5).

Akibat Tiket Pesawat Mahal

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Mahalnya tiket pesawat secara langsung berdampak pada peningkatan jumlah penumpang bus di Bengkulu. Bahkan, pengusaha bus mengaku ada kenaikan hingga 40 persen menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah ini.

Direktur PO Putra Rafflesia, William Suliawan mengatakan, menjelang lebaran penumpang yang menggunakan jasa transportasi darat Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Kota Bengkulu meningkat 40 persen.  Lonjakan penumpang itu terjadi untuk jurusan Pulau Jawa dan Sumatera, yakni jurusan Bengkulu-Jakarta-Bandung-Solo dan Bengkulu-Padang-Pekanbaru. Lonjakan penumpang itu mulai meningkat sejak sepekan terakhir.

“Lonjakan penumpang paling banyak terjadi ke Jakarta. Untuk rute yang lain masih sama seperti biasanya,” kata William, kemarin (22/5).

Ia menambahkan, dari 40-an kursi setiap bus, rata-rata terisi semua. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pada tahun lalu, dimana lonjakan penumpang menurun sebesar 20 persen. Ia menduga, kondisi ini dikarenakan masyarakat tidak mampu naik transportasi udara, karena harga tiket yang masih cukup mahal. Sehingga, hal tersebut membuat masyarakat lebih memilih transportasi darat. “Tahun ini lonjakan penumpang paling banyak ke Jakarta, kemungkinan karena tiket pesawat Bengkulu-Jakarta mahal,” ujar William.

Disinggung masalah penambahan armada guna memenuhi kebutuhan penumpang, ia mengaku belum menambah armada di setiap jurusan. Hal ini mengingat, lonjakan penumpang belum begitu signifikan.  “Saat ini kita hanya mengoperasikan 25 unit armada untuk mengangkut seluruh penumpang ke Pulau Jawa dan Sumatera, yang berangkat setiap hari. Kalau lonjakannya maksimal pada H-7 lebaran mungkin saja ditambah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Drs Darpinuddin mengatakan kemungkinan mahalnya harga tiket pesawat menyebabkan banyak orang memilih mudik lewat jalur darat.  Apalagi harga tiketnya juga terjangkau dan tidak semahal tiket pesawat. “Banyak orang naik bus kemungkinan karena tiket pesawat mahal, karena harga tiket bus masih normal, masih sesuai tarif batas atas dan bawah, jadi tidak ada perubahan harga,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap banyak masyarakat dapat memanfaatkan angkutan bus saat mudik lebaran. Karena selain harga tiket yang murah, moda transportasi ini juga diharapkan dapat menekan inflasi daerah yang selalu disebabkan oleh angkutan udara. “Kalau banyak yang naik bus, maka inflasi dari angkutan udara pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini bisa ditekan, mari kita jaga ekonomi daerah kita,” tutupnya.

Bus Laik Jalan

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama dengan Kepolisian Daerah Bengkulu dan Jasa Raharja melakukan pengecekan kendaraan (ramp check) di sejumlah PO Bus di Kota Bengkulu, kemarin.

Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Drs Darpinuddin menjamin, angkutan bus untuk mudik lebaran 2019 ini layak beroperasi, karena berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan di sejumlah PO seperti Damri, Putra Rafflesia, Putra Simas dan SAN tidak ditemukan bus yang tidak laik jalan. Bahkan pihaknya bersama tim telah melakukan sejumlah pemeriksaan pada kendaraan untuk memastikan kendaraan benar-benar menjamin keselamatan, diantaranya mengecek rem, ban, kesehatan sopir serta SIM para sopir.



“Sampai saat ini belum ada yang ditemukan kendaraan yang tidak layak operasi, kondisi kendaraan masih normal dan belum ada rekomendasi tidak layak jalan. Kita sudah memeriksa Damri, Putra Rafflesia, Putra Simas dan SAN,” kata Darpinuddin.

Ia mengaku, pengecekan kendaraan tersebut merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun pelanggaran yang dilakukan pengemudi bus.  Sehingga diharapkan para penumpang mudik lebaran pada tahun ini lebih aman dan nyaman saat menggunakan transportasi angkutan darat. “Kita sudah cek puluhan angkutan bus di Bengkulu dan telah memasang stiker dikaca depan dari Ditjen HUBDAT-Kemenhub, insya Allah aman di tumpangi,” ujar Darpinuddin.

Selain itu, ia pun mengajak masyarakat untuk naik angkutan umum. Karena disamping kondisinya yang sudah semakin nyaman, angkutan umum seperti bus juga dapat mengurangi ongkos yang harus dikeluarkan.”Kalau penduduk Bengkulu sudah senang naik bus, maka jalanan pada saat mudik juga tidak terlalu macet dan ongkosnya juga lebih hemat ketimbang bawa kendaraan sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Kasudit Kamsel Polda Bengkulu, AKBP Deddy Nata SIK mengatakan, kegiatan ramp check ini dilakukan agar para penumpang bus selamat dalam perjalanan dan tidak mengalami kecelakaan. Sehingga mudik tahun ini lebih berkesan dan sesuai dengan yang diharapkan.”Kita melakukan ramp check ini agar penumpang selamat dalam perjalanan dan tidak ada kecelakaan serta semua kendaraan berfungsi aman,” kata Deddy.

Ia mengaku, kendaraan angkutan umum seperti bus jika tidak dilakukan ramp check dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah di jalan. Untuk meminimalisir hal tersebut, pihaknya memantau dan melakukan pengecekan beberapa indikasi kerawanan yang kerap dialami kendaraan seperti bus.”Indikasi kerawanan itu ada dari ban, pengemudi dan fungsi rem, ini yang harus di cek betul apakah kondisi layak jalan atau tidak, kalau tidak layak, maka kami minta pihak PO untuk tidak mengoperasikan bus tersebut,” ujar Deddy.

Tidak hanya melakukan pengecekan saja, pihaknya juga akan mengedukasi pengemudi. Sehingga para pengemudi bus benar-benar paham terkait keselamatan mengemudi.  “Selain ramp check, pengemudi juga harus paham cara mengemudi yang baik, tidak ugal-ugalan dijalan, kalau pengemudi tau cara mengemudi yang baik dan benar maka keselamatan pasti terjamin,” tutupnya.(999)