Penuh Sejarah Namun Kurang Perhatian

 Masjid Al-Aman Kecamatan Amen

foto masjid tua (1) Foto Masjid Tua (2)Lebong terkenal sebagai kota sejarah meskipun saat ini berstatus sebagai daerah tertinggal. Banyak cerita sejarah perlawanan masyarakat Kabupaten Lebong mengusir para penjajah di kawasan ini, mengingat Lebong dulu menjadi kawasan pertambangan emas yang dikuasai oleh Belanda.
Masjid pun menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyusun kekuatan mengusir para penjajah dari tanah nenek moyang mereka. Salah satunya masjid Al-Aman yang berada di Kecamatan Amen ini. Berikut laporannya.

Dwi Nopiyanto – Lebong

Menjumpai Masjid Al-Aman cukup mudah, mengingat masjid ini berada di kawasan jalan lintas Muara Aman-Curup, apalagi letaknya sendiri berada di pinggir jalan yang tak terlalu jauh dari pusat perekonomian masyarakat Kabupaten Lebong yakni Pasar Muara Aman. Namun siapa yang menyangka di balik kondisi yang terkesan kurang mendapatkan perawatan ini, masjid tua ternyata menyimpan banyak sejarah khususnya saat perlawanan terhadap penjajah di zaman dulu.
Hj Aini, wanita yang sudah berumur lebih kurang hampir 100 tahun ini, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Amen, menuturkan jika masjid tersebut dulunya menjadi pusat keagamaan masyarakat. Bahka, masjid ini pula kerap menjadi sarana bagi masyarakat untuk membangun kekuatan mengusir para penjajah yang ada di Bumi Swarang Patang Stumang tersebut.
“Dulunya masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar dan juga terkadang menjadi tempat bermusyawarah masyarakat menyusun kekuatan untuk mengusir para penjajah,” tuturnya terbatah-batah.
Dalam perjalanannya, ungkap isti Alm H Nurdin yang juga merupakan pengurus masjid tersebut, pada tahun 1959 masjid ini pun dibongkar dan kemudian pindah lokasi di Masjid Al-Aman sekarang. “Saat pembongkaran itu dulu juga diikuti oleh Pangeran Zainul Abidin serta tokoh masyarakat lainnya. Setelah pemindahan itu dilakukan, kegiatan peribadatan masyarakat pun pindah ke lokasi yang baru. Dan lokasi masjid lama itu pun menjadi mushala dan kegiatan majelis taklim,” terangnya.
Kentalnya sejarah yang melingkupi masjid tersebut, sejatinya membuat masjid tersebut tetap dijaga dengan baik. Namun, saat ini kesan tak terawat muncul ketika menjumpai masjid ini. Mudah-mudahan saja, kesan itu tak lantas menghilangkan nilai historis yang terkandung di masjid tersebut. (**)